HETANEWS

Macet Menggurita, Janji Sekda Dan Dishub Ditagih Warga Siantar

Salah satu loket angkutan umum pedesaan di kawasan Pasar Horas Jaya. (foto:gee)

Siantar, hetanews.com - Upaya Pemko Siantar untuk mengurai kemacetan di beberapa titik rawan macet di kota Siantar hingga kini belum tuntas. Terkesan tak ada solusi atas permasalahan klasik ini.

Dinas Perhubungan (Dishub) Siantar sebagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang membidangi hal itu tampaknya tidak memberikan solusi. Pasalnya, kemacetan dan loket loket Ilegal di pusat kota Siantar masih beroperasi.

Akhir Agustus 2018, Pemko Siantar mengambil langkah untuk menindak lanjuti keluhan masyarakat atas kemacetan di sejumlah titik dan loket liar di pusat kota.

Upaya yang dilakukan mengadakan pertemuan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan kota Siantar. Melalui jumpa pers-nya, Sekretaris Daerah Budi Utari menyampaikan pihaknya akan menindak lanjuti kemacetan tersebut.

Pemko, Dinas Perhubungan dan instansi terkait akan menyusun jangka menengah dan jangka panjang untuk mengatasi kemacetan. Termasuk melakukan rekayasa lalu lintas.

Untuk jangka pendek akan dilakukan penertiban terhadap sejumlah lapak loket ilegeal angkutan di inti kota dan menertibkan parkir liar. 

Data dari Dishub yang diperoleh terdapat 25 titik lokasi rawan kemacetan di kota Siantar. Diantaranya Jalan Kartini, Jalan Sutomo-Merdeka kawasan Pasar Horas, Jalan Patuan Anggi-Patuan Nagari kawasan Pasar Dwikora, Parluasan.

Pemko Siantar turut mengundang OPD terkait, Polres Siantar, Dishub, Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Polres siantar, Jasa Raharja, Dinas PRKP dan  Dinas PUPR.

Dilain sisi Kepala Dinas Dishub kota Siantar, Esron Sinaga belum mengambil langkah untuk mengatasi kemacetan di titik yang dimaksud.

"Saya baca beritanya beberapa bulan kemarin. Sampai sekarang belum ada penyelesaian masalah lalu lintas. Masih banyak macet di kota ini," ujar warga Jalan Bali, Marlina kepada kru media ini, Senin (22/10/2018).

Selama menjabat sebagai Kadis Perhubungan, Esron belum memberikan jalan keluar atas kemacetan tersebut, apalagi menindak loket liar di pusat kota. Hal itu telihat beberapa tempat di kota Siantar masih macet.

"Dinas perhubungan pun sudah gak pernah ada mengamankan lalu lintas. Apalagi pas jam pulang sekolah. Seperti di Jalan Kartini dan Jalan Rajamin sering macet, tapi petugasnya gak ada," ujar Ibu rumah tangga, yang kerap menjemput anaknya pulang sekolah.

Selain itu, tidak ada tanda tanda penyelesaian permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan di kawasan aglomerasi perkotaan.

Penulis: gee. Editor: bt.