HETANEWS

Soal Stewart di Laga PSMS, Begini Kata Manajemen

Sekretaris PSMS Medan, Julius Raja. (foto/mek)

Medan, hetanewa.com - PSMS Medan bakal melakoni laga tandang pekan ke 27 menghadapi Mitra Kukar, Selasa (23/10/2018) sore nanti.

Namun ada hal yang masih mengganjal dalam laga tersebut. Bayang-bayang flare masih terus menghantui manajemen. Pasalnya hingga laga kandang terakhir kala menjamu Persela, flare masih menyala dari sisi tribun Utara. 

Tak cuma mendapatkan sanksi denda dari PT LIB sebagai operator Liga 1, flare ini juga membuat nama Ketua PSSI yang juga Gubernur Sumut ini viral usai aksinya mendatangi langsung tribun suporter.

Hal ini pun membuat manajemen dan panitia laga berencana kembali menggunakan jasa keamanan sipil yang dalam bahasa lainnya stewart. Langkah itu pernah dilakukan dan dianggap sangat efektif meredam suporter yang nekat menyalakan flare.

Sayang, langkah manajemen tersebut mendapat sambutan miring dari salah satu kelompok suporter, PSMS Fans Club (PFC) yang mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi bakar flare.

Mereka menilai, ada upaya manajamen membenturkan suporter dan pihak kemanan sipil yang disebut-sebut sebagai salah satu organisasi kepemudaan itu. Bahkan tak tanggung suporter bakal melakukan perlawanan jika stewart kembali dipakai. 

Menyikapi hal itu, sekum PSMS yang juga sekretaris panitia lokal, Julius Raja  menegaskan jika jasa stewart akan dipakai jika situasi yang sama bakal terulang kembali.
"Tergantung suporter, jika mereka mau kerja sama dan mendukung PSMS keluar zona degradasi tanpa flare kita akan apresiasi dan tak akan menggunakan jasa stewart," harapnya.

Pria yang akrab disapa King ini mengaku masih dalam proses kooordinasi dan komunikasi.

"Masih kita bahas secara internal. Kita lihat lagi situasinya bagaimana bisa saja tak kita gunakan karena mainnya sore lebih mudah mengawasinya," terang King. 

Namun keinginan manajemen sepertinya sulit terwujud mengingat hingga saat ini PFC masih konsisten dengan tuntutannya meminta Julius Raja dan CEO PSM melepaskan jabatannya.

Penulis: mek. Editor: anto.