HETANEWS

Pengangkatan Mahdi Al Haris sebagai Manejer Distrik 2 PTPN IV Tak Sesuai Aturan?

Mahdi Al Haris saat menjalani sertijab di Aula PTPN IV, Februari 2018. (foto/ptpn4.co.id)

Medan, hetanews.com - Mutasi atau perpindahan karyawan merupakan kegiatan rutin perusahaan untuk melaksanakan prinsip the right man in the right place atau orang yang tepat pada tempat yang tepat, dimana pelaksanaan seleksinya sudah melewati sistem assessment dan juga dilihat dari hasil kinerja karyawan.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV, Siwi Peni saat serah terima jabatan (sertijab) di lingkungan pemangku jabatan puncak (PJP) di kantor pusat PTPN IV, Jalan Letjen Suprapto No. 2 Medan, Senin, 5 Februari 2018. Sertijab itu turut disaksikan Direktur SDM & Umum Rizal H. Damanik, Direktur Operasional Rediman Silalahi serta seluruh Kepala Bagian dan General Manager Distrik.

Namun, pernyataan Siwi Peni di atas justru dipertanyakan kebenarannya. Hal itu terkait pengangkatan Mahdi Al Haris, SP.MM menjadi Manejer Distrik 2. Padahal, seperti dilansir https://www.ptpn4.co.id, sesuai Surat Keputusan Direksi bahwa terhitung 1 Februari 2018, Mahdi Al Haris baru mengikuti sertijab dari Pj. Manajer Kebun Bah Birung Ulu menjadi Pj. Manajer Kebun Mayang.

Pantauan hetanews.com di https://www.ptpn4.co.id/tentang-kami/pejabat-puncak/, Sabtu (20/10/2018), tampak Mahdi Al Haris telah menjabat manejer distrik 2. Sementara posisi Manejer Kebun Mayang yang sebelumnya diserahkan kepada Mahdi kini dijabat Shoukun Damanik.

Anehnya, tak satu pun informasi terkait sertijab yang kabarnya berlangsung awal Oktober 2018 tersebut ditemukan di website resmi milik PTPN IV itu. Tidak seperti sertijab yang digelar 5 Februari 2018. Di sampingi narasi pelaksanaan sertijab, ditampilkan pula foto-foto saat Dirut PTPN IV menyapa masing-masing pejabat. Salah satunya Mahdi Al Haris.

Sumber hetanews.com yang juga bagian dari PTPN IV bahkan mengungkap sejumlah kejanggalan terkait pengangkatan Mahdi Al Haris sebagai Manejer Distrik 2. Pasalnya, mantan Pj. Manajer Kebun Bah Birung Ulu itu diketahui tak pernah mengikuti assessment seperti yang disampaikan Dirut PTPN IV, Siwi Peni. 

"Coba sebutkan siapa kawan Mahdi Al Haris ikut assessment? Karena mekanisme assessment ini harus diikuti lebih dari satu orang," ucap sumber yang meminta namanya tak disebut.

Di samping itu, lanjut sumber, Mahdi Al Haris sendiri masih memiliki golongan 4A/0 dengan masa bakti 12 tahun. Waktu yang tergolong sangat muda. Padahal, jabatan setingkat manajer cabang setidaknya memiliki golongan 4C yang sudah berpengalaman dan pengabdian yang cukup lama.

"Ini sungguh dan sangat memperihatinkan. Padahal, masih banyak manejer kebun yang telah mengabdi cukup lama dan lebih memenuhi persyaratan. Baik dari golongan maupun pengalaman. Tapi ada yang tidak pernah ikut assessment kok bisa langsung jadi manejer distrik," ketus sumber yang meyakini ada pelanggaran dalam pengangkatan Mahdi Al Haris sebagai manejer distrik 2 PTPN IV.

Pertanyaannya, benarkah pengangkatan yang terkesan ditutupi ini sudah sesuai aturan dan untuk meningkatkan keberhasilan bisnis di PTPN IV sebagaimana yang disampaikan sang Dirut, Siwi Peni? (bersambung)

Penulis: tim. Editor: anto.