Medan, hetanews.com- Perjudian ketangkasan dingdong (jackpot), di wilayah hukum Polsek Patumbak, kian hari kian merajalela. Celakanya, aktivitas perjudian itu tidak pernah tersentuh hukum karena diduga dilindungi oleh aparat penegak hukum.

Menurut informasi, aktivitas perjudian dingdong tersebut, sudah tersebar di berbagai titik, di wilayah hukum Polsek Patumbak. Bahkan, para mafia judi tersebut telah 'membangun' jaringan melalui kaki tangan yang telah dirangkulnya.

Salah seorang warga kepada wartawan, mengatakan, permainan judi koin tersebut sudah mulai memasuki lingkungan sekolah yang ada di Kecamatan Patumbak. Namun, masyarakat tidak dapat berbuat banyak, karena usaha judi dingdong tersebut, milik 'Orang Berpangkat' dan dilindungi sejumlah oknum aparat penegak hukum.

Ia pun merasa bingung dengan aparat penegak hukum yang lebih memikirkan uang dari pada pendidikan anak-anak sekolah. Dia selaku orangtua sangat resah dan khawatir dengan adanya mesin dingdong itu. Sebab, anak mereka pada umumnya masih bersetatus pelajar. 

"Sudah sangat resah, kemarin sudah ada ditangkap oleh aparat kepolisian di daerah Marindal II, Gg Buntu. Tapi, sekarang sudah mulai adalagi. Itu masih satu titik, dan perjudian dindong ini ada dibenerapa titik Patumbak,"keluh pria yang engan menyebutkan identitasnya itu kepada wartawan, Jumat (19/10/2018).

Sementara itu, informasi yang diperoleh menyebutkan, perjudian judi ketangkasan ini sudah tersebar beberapa titik di Kecamatan Percut Seituan, Patumbak dan Delitua.

Bahkan, mirisnya pihak penengak hukum di wilayah masing-masing diduga telah menerima upeti sebagai uang 'tutup mata' untuk kelancaran praktik perjudian yang melanggar hukum tersebut.

Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan ketika diminta keterangannya, mengaku akan mengkordinasikan informasi tersebut kepada intansi terkait jajaran Polda Sumut.