HETANEWS

Sosialisasi Penyalahgunaan Bahan Berbahaya pada Makanan

Pemko Siantar bersama pihak BPPOM Medan, berikan pemahaman kepada jajaran terkait dan para pelaku usaha pengolah makanan, di ruang data Pemko Siantar, Kamis (18/10/2018). (foto/gee)

Siantar,hetanews.com- Bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pengolahan produk pangan dapat membahayakan masyarakat yang mengonsumsinya.

Untuk mencegahnya, Pemko Siantar bersama pihak BPPOM Medan, berikan pemahaman kepada jajaran terkait dan para pelaku usaha pengolah makanan, di ruang data Pemko Siantar, Kamis (18/10/2018).

Melalui rapat koordinasi tim terpadu pengawasan bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan yang dibuka Asisten II, H.M Akhir Harahap mewakili Wali Kota, diterangkan, Pemerintah Kota melihat pentingnya peranan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang tetap bersinergi untuk melindungi generasi muda.

Fungsi pengawasan bukan hanya sekedar masalah administrasi, prosedur teknis apalagi urusan bisnis, tetapi urusan pemerintah dalam melindungi rakyatnya terutama generasi muda. Mari bersinergi dan saling mengawasi agar penyalahgunaan bahan-bahan berbahaya dalam pangan tidak terjadi.

Penyalahgunaan obat terutama bahan berbahaya dalam pangan dapat menimbulkan efek yang sangat negatif dan merusak kesehatan bagi manusia, khususnya kalangan anak-anak sebagai generasi penerus. Untuk itu perlu mendapatkan perhatian kita bersama, ungkap Asisten.

Kegiatan yang dilaksanakan Bagian Administrasi Perekonomian, pimpinan Abdul Kodir Siregar ini, menurut laporannya, berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor: 900/179/IV/WK-THN 2018 tanggal 18 April 2018, tentang Tim terpadu pengawasan bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan.

Yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada jajaran terkait dan para pelaku usaha industri kecil/menengah di bidang makanan terhadap bahan bahan yang dianggap berbahaya dalam pengolahan pangan. 

Pemerintah bersama masyarakat tetap melakukan pengawasan dan tetap bersinergi dengan BPOM untuk melindungi masyarakat terutama generasi muda, ungkap Abdul Kodir.

Perwakilan Balai Besar POM Medan, Yanti Agustini Harahap,  saat menyampaikan materi dan sesi tanyak jawab, menyampaikan, peran serta masyarakat sangat penting dalam pengawasan pangan dari penyalahgunaan bahan berbahaya, katanya.

Penulis: gee. Editor: gun.