HETANEWS

Dies Natalis ke-53 dan Wisuda USI, Pentingnya Peran Serta Pemerintah untuk Pendidikan

Suasana Dies Natalis USI yang Ke-53 dan wisuda sarjana dan pasca sarjana gelombang kedua tahun 2018, di gedung Auditorium Radjamin Purba, Kamis (17/10/2018). (foto/gee)

Siantar,hetanews.com- Dies Natalis Universitas Simalungun (USI) yang Ke-53 diselenggarakan serentak dengan wisuda sarjana dan pasca sarjana gelombang kedua tahun 2018, di gedung Auditorium Radjamin Purba, Kamis (17/10/2018).

Pada kesempatan itu, Ketua Pembina Yayasan USI, Marsma (Purn) Ir Budy R Purba, mengajak seluruh wisudawan untuk tidak berhenti menggali ilmu di tengah pesatnya kemajuan teknologi dewasa ini. 

Wakil Wali Kota Siantar, Togar Sitorus mengapresiasi USI yang telah mengalami kemajuan. Dia berharap agar wisudawan menjadi motor membangun SDM masyarakat. Dengan demikian, harapnya, kota Siantar mampu menjadi barometer pendidikan bagi kota lain. 

Senada disampaikan Rektor USI, Prof Marihot Manullang. Universitas yang didirikan di kota Siantar, pada 18 September 1965 ini adalah  wujud kepedulian para pendahulu di kabupaten Simalungun dan Kota Siantar. 

Keberadaan USI sejak 53 tahun silam, lahir dari buah pikir dari masyarakat dan pemimpin daerah pada masa itu. Dari pemikiran yang visioner itu, lahirlah universitas sebagai pusat ilmu pengetahuan, kebudayaan dan peradaban bangsa. 

"Keberadaan universitas ini juga dapat dimaknai sebagai simbol ekstensi daerah Kabupaten Simalungun dan Kota Siantar didalam kerangka wilayah nasional Indonesia," kata Rektor.

Untuk itu, Ketua Yayasan USI, Amsar Saragih, mengajak Pemkab Simalungun dan Pemko Siantar untuk memberikan perhatianya terhadap dunia pendidikan, khususnya berperan serta dan memajukan USI.

"Kami berharap kepada stakeholder agar memperhatikan USI. Dengan keberadaan mahasiswa di universitas ini turut serta merangsang laju perekonimian, khususnya sumber pajak," terangnya.

Pada kesempatan ini, Rektor USI menyampaikan beberapa perbaikan kurikulum dan menambah program studi. Dijelaskannya, program studi sebagai ujung tombak pelaksanaan re-orientasi akademik.

Dalam penyelenggaraan dan pengelolaan program studi yang bervariasi tersebut diperlukan good governance. Oleh karena itu, akuntabilitas program studi yang salah satunya ditunjukkan dengan akreditasi telah menjadi bagian penting dari strategi USI.

Pendirian USI didorong dari pengalaman pahit getirnya masyarakat dalam memperoleh pendidikan tinggi, dan oleh karena rasa tanggung jawab dalam mempersiapkan serta meningkatkan SDM masyarakat, khususnya Siantar-Simalungun

Cita-cita pendirian itu, merupakan amanah luhur terhadap keberlangsungan dan keberlanjutan, sekaligus motivasi untuk mewujudkan kejayaan daerah dan nasional di masa mendatang melalui peningkatan SDM.

Penulis: gee. Editor: gun.