Siantar,hetanews.com- Ramlan Sinaga, Ketua Serikat Buruh Solidaritas Indonesia (SBSI) kota Siantar akan menyurati manajemen PT Siantar Hotel. Pasalnya, pihak manajemen, merumahkan karyawan tanpa alasan yang jelas.

Setelah mendengar keluhan dari salah seorang karyawan Siantar Hotel, Herlina Saragih, SBSI  Siantar menilai, pihak hotel berupaya melakukan pemecatan dengan cara merumahkan karyawan tersebut.

"Yang mengadu kepada kita, masih satu orang. Satu orang itu sudah menerima surat dirumahkan, sementara empat lagi belum menerima suratnya," kata Ramlan saat dihubungi Hetanews, Rabu (17/10/2018).

Masih kata Ramlan, pihak hotel beralasan sedang mengalami kerugian finansial, sehingga merumahkan sejumlah karyawan yang sudah bekerja selama belasan tahun.

"Itu gak alasan lah, masa alasanya perusahaan rugi. Merumahkan itu kita anggap sebagai alasan ajanya itu. Nanti kalau uda lama, ya kehilangan hak jadi karyawan," ucap Sinaga.

Seperti yang tertuang dalam surat yang diterima Herlina Saragih dari pihak manajemen, dirinya dirumahkan terhitung dari 8 Oktober 2018- 7 Januari 2019. Surat tersebut ditandatangani oleh Robinson Aruan, selaku personalia dan Amran Sinaga sebagai Residen Manager.

Perusahaan PT Siantar Hotel, melalukan beberapa hal untuk menstabilkan usaha. Demi kesinambungan dan kelanggengan, keberadaan usaha akibat dari kondisi persaingan usaha, berkurangnya tamu dan regulasi Pemko Siantar, maka dilakukan tindakan merumahkan karyawan.

Dengan syarat, hak untuk karyawan yang dirumahkan tetap berjalan sesuai dengan peraturan perusahaan 50% dari gaji pokok dan tidak menerima service. Perusahaan memberikan penetapan dirumahkan selama 3 bulan.