HETANEWS

Ruas Jalan Tanah Jawa yang Longsor Belum Diperbaiki Dinas Bina Marga

Lokasi tanah longsor, di ruas Jalan Provinsi menuju Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. (foto/pranoto)

Simalungun, hetanews.com- Pasca banjir yang mengakibatkan tanah longsor, di ruas jalan provinsi menuju Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda perbaikan.

Keadaan ini, membuat pengendara yang melintasi jalan yang terdampak longsor harus ekstra hati-hati. Pada jam-jam tertentu, bahkan tidak jarang terjadi kemacetan lalu lintas dikarenakan pada titik longsor hanya terdapat 1 jalur lintasan yang dapat dilalui kendaraan.

Hal ini membuat kendaraan dari arah menuju Tanah Jawa atau sebaliknya, harus bergantian dengan bantuan beberapa ‘Pak Ogah’ yang membawa kardus sebagai tempat uang sukarela dari pengendara yang melintas.

Di lokasi, terlihat garis polisi masih dibentangkan sebagai peringatan bagi warga agar menjauhi lokasi longsor. Terlihat juga plank pengumuman dari Dinas Bina Marga Provinsi Sumut, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jembatan Siantar.

2 orang warga sekitar yang mengenakan topi pet merah, bertindak sebagai ‘Pak Ogah’ (pengatur jalan) dadakan tengah mengatur lalu lintas kendaraan. Dalam melakukan tugas itu, mereka hanya mengandalkan dana sukarela dari pengendara yang melintas. (foto/pranoto)

Kondisi jembatan yang longsor, diperparah dengan minimnya lampu penerangan pada malam hari. Salah seorang warga yang berjaga-jaga di lokasi longsor menuturkan, tidak menutup kemungkinan akan ada longsor susulan, bila jembatan tidak segera diperbaiki.

"Setiap sore hujan terus, kita khawatir jalan ini benar-benar bisa putus karena banjir yang sewaktu-waktu bisa datang kapan saja," kata pria separuh baya yang juga bertindak sebagai Pak Ogah, di lokasi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, beberapa wilayah di Kabupaten Simalungun, pada pekan lalu dilanda tanah longsor dan banjir disebabkan curah hujan yang tinggi.

Hingga saat ini, beberapa wilayah yang terdampak bencana belum mendapatkan penanganan dari dinas maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun.

Penulis: pranoto. Editor: gun.