HETANEWS

Korban Banjir di Marihat Baris Harap Uluran Tangan Pemkab Simalungun

Puing-puing bangunan rumah warga yang terseret banjir, tampak seorang warga tengah mengais sisa-sisa puing bangunan yang masih bisa digunakan. (foto/pranoto)

Simalungun, hetanews.com-Sepekan pascabanjir besar yang melanda hampir keseluruhan wilayah Kabupaten Simalungun masih menyisakan duka bagi warga yang terdampak.

Seperti yang dialami warga Nagori Marihat Baris, Kecamatan Siantar, satu wilayah yang paling parah terdampak banjir. Bahkan 1 rumah dan ternak milik warga ikut terseret banjir dari luapan sungai Bah Bolon pada pekan lalu.

Namun sampai saat ini, warga yang kehilangan tempat tinggalnya belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun ataupun peninjauan secara langsung ke lokasi yang terdampak banjir.

Sawiyah Nasution (60), warga yang rumahnya hanyut terseret banjir sangat mengharapkan Pemkab Simalungun agar memberikan bantuan materil kepada dirinya beserta warga lainnya.

"Lihatlah rumah sama ternak ayam itu, semua terbawa air. Kalo bisa ya diperbaiki juga pinggiran sungai itu. Mudah-mudahan gak ada lagi lah kayak gini," tuturnya.

Ahmad Yudha Wila (kiri) bersama salah seorang warga saat ditemui hetanews.com di pinggiran aliran sungai Bah Bolon. (foto/pranoto)

Kini Sawiyah hanya mampu pasrah dan tinggal di kontrakan. Begitupun dengan Mida Boru Sirait, yang juga mengalami kerugian disebabkan ternaknya terbawa arus banjir.

Ahmad Yudha Wila, pemuda setempat mengatakan, Pemkab Simalungun berikut BPBD Simalungun sepatutnya hadir mengunjungi lokasi terdampak banjir.

"Kita masih di bayang-bayangi ketakutan ketika hujan sudah turun deras, dimana Pemerintah yang seharusnya ada disamping kami, untuk memberi perlindungan kepada kami," ungkapnya.

Amatan di lokasi, Selasa (16/10/2018), puing-puing sisa banjir pekan lalu masih terlihat jelas di wilayah Nagori Marihat Baris, sejumlah kolam peternakan ikan milik warga pun banyak yang mengalami kerusakan, termasuk fasilitas umum dan jalan yang rusak.

Penulis: pranoto. Editor: bt.