HETANEWS

Wartawan: Tak Ada Media Centre saat Musibah KM Sinar Bangun

Kasi Pidsus Kejari Simalungun, Rendra Y. Pardede, SH. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun terus mengusut dugaan penyelewengan dana sebesar Rp5 miliar dalam penanggulangan bencana tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba beberapa waktu lalu. 

Tim Pidsus Kejari Simalungun telah memanggil semua pihak terkhusus Kepala BPBD Simalungun, Mudahalam Purba yang dianggap paling bertanggungjawab dalam penyaluran dana tersebut. Dana sebesar Rp5 miliar bersumber dari APBD Pemkab Simalungun TA 2018 diduga tidak jelas penyalurannya.

Selain Kepala BPBD, tim jaksa juga telah memanggil Kadis Kominfo Simalungun, Akmal Siregar. Diduga dana tersalur ke Kominfo kurang lebih sebesar Rp60an juta dan untuk publikasi sekitar Rp23-an juta. Peruntukannya media centre dan spanduk juga publikasi. Demikian informasi yang diterima tim hetanews.com. 

Sedangkan Kasi Pidsus Kejari Simalungun, Rendra Y. Pardede, SH tidak secara detail mengatakan kepada wartawan terkait pemanggilan Kadis Kominfo Simalungun. Namun membenarkan adanya media centre pada musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun.

"Katanya ada media centre dan pengadaan spanduk," itu saja hasil sementara dari Kominfo jelas Rendra tanpa menyebut besaran dana yang diterima.

Sementara sejumlah wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektronik (TV) mengaku tidak pernah ada media centre di lokasi. "Kami aja numpang-numpang buat berita. Ada yang di atas hotel numpang teman, ada yang ke Parapat karena jaringan tidak bagus," beber beberapa jurnalis.

Awak media pun mengaku terkejut dengan besaran dana yang dianggarkan untuk media centre yang tak jelas keberadaannya itu. 

"Saya selama pencaharian tidak pulang kak, malah tidur disana-sini, makan ntah dimana-mana, biaya sendirilah. Kami pun sekarang baru tahu ada dana sebesar itu," ucap wartawan lainnya.

Baca juga: Dana Penanggulangan Bencana KM Sinar Bangun Seret Kakan Satpol PP Simalungun

Penulis: ay. Editor: anto.