Padangsidempuan, hetanews.com - “Ingin menjadi dokter mata,” itu jawaban yang diucapkan Nur Cempaka ketika ditanya mengenai cita-citanya. Cempaka sapaan akrabnya merupakan bocah berusia 7 tahun yang telah mengidap katarak sejak 3 tahun lalu.

Ia selalu memulai hari dengan memicingkan kedua matanya agar bisa melihat. Silaunya cahaya seperti cahaya matahari dan lampu selalu menjadi “musuh” terbesar dari siswi kelas 1 Sekolah Dasar (SD) tersebut.

“Kalau ada cahaya silau, gak bisa melihat dengan jelas,” ujar Cempaka saat ditemui Tribun, seusai menjalani pemeriksaan mata di Rumah Sakit TNI AD Losung Batu, Padangsidempuan, Senin (15/10/2018).

Tak ada satupun keluarga yang mengetahui pasti mengapa anak ke 9 dari 10 bersaudara tersebut bisa mengidap katarak. 

Pasalnya sejak di dalam kandungan hingga lahir gadis cilik yang ditinggal di Desa Hutaraja Kecamatan Siabu, Mandailing natal ini tidak mengalami hal-hal aneh.

Saat usia kurang lebih 5 tahun, Cempaka mulai mengeluhkan kedua matanya yang susah untuk melihat dengan normal apalagi saat terkena cahaya.

Nur Bashila, kakak Cempaka mengungkapkan, saat Cempaka mengeluhkan tentang matanya, keluarga langsung membawanya ke rumah sakit dan saat pemeriksaan baru diketahui ternyata kedua mata Cempaka terkena Katarak.

“Saat itu kan usia Cempaka masih 5 tahun, jadi orang tua takut kalau anak usia 5 tahun akan ada efek sampingnya setelah operasi. Tapi sekarang karena sudah 7 tahun, makanya keluarga akhirnya mau agar Cempaka dioperasi,” ungkapnya.

Apalagi Cempaka bisa mendapatkan operasi gratis. Hal tersebut membuat keluarga agak berlega hati.

“Kemarin ada pengumuman dari Koramil setempat akan ada operasi katarak gratis dan kami (keluarga) langsung saja mendaftarkan Cempaka agar bisa kembali melihat dengan normal,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa Cempaka merupakan anak yang rajin dan berprestasi di sekolahnya. Walau baru kelas 1 SD, Cempaka sudah menampakkan kecerdasannya.

“Cempaka ini anak yang pintar, walau belum menerima rapor karena baru masuk sekolah, tapi guru-guru Cempaka sudah melihat kecerdasannya,” jelasnya.

Tidak seperti anak-anak seusianya yang gemar bermain, Cempaka malah lebih senang menghabiskan waktu di dalam rumah.

“Kalau diajak bermain dengan temannya, Cempaka selalu menolak. Ia lebih senang di rumah, biasanya kalau di rumah Cempaka senang menulis dan belajar membaca. Padahal Cempaka baru bersekolah tetapi sudah bisa membaca dan menulis,” terangnya.

Cempaka juga tidak pernah mengeluhkan kondisi kedua matanya yang tidak bisa berfungsi secara normal. Ia hanya sesekali mengeluh jika benar-benar ingin melakukan hal tetapi terganggu.

“Cempaka ini anak yang cukup pendiam tetapi rajin, oleh karena itu keluarga benar-benar ingin agar Cempaka bisa melihat lagi dengan normal,” tuturnya.

Cempaka menjadi satu dari empat anak yang menjadi pasien Operasi Katarak Gratis yang diadakan PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe.

Untuk mendapatkan penanganan yang benar-benar, Cempaka dan ketiga anak tersebut akan menjalani proses pemeriksaan dan operasi katarak di Surabaya.


 

sumber: tribunnews.com