HETANEWS

Hadiri Wisuda 'Anak' UMN, Kapoldasu: Tanamkan Jiwa Nasionalisme

Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto saat menghadiri pembekalan calon wisudawan dan wisudawati Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Wasliyah Medan. (foto/adr)

Medan,hetanews.com- Saat menghadiri pembekalan calon wisudawan dan wisudawati Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Wasliyah Medan, Kapolda Sumut, Irjen Agus Andrianto, menyampaikan pesan kepada mahasiswa dan mahasiswi (wisuda) supaya menanamkan jiwa nasionalisme. 

"Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati dan tolong sampaikan hal-hal yang baik kepada masyarakat Sumatera Utara dan tanamkan jiwa nasionalisme serta mari menjaga stabilitas kamtibmas Sumatera Utara,"ujar Agus dalam sambutannya, di  Aula Ok Usman Kampus Abdurrahman Syihab, Sabtu (13/10/2018), lalu. 

Masih katanya, kuliah pada umumnya mengenai konsep mengantisipasi hoax dan isu sara untuk Sumut yang aman dan damai. Untuk menjadi berkualitas, dia bilang, kita harus memiliki defrensiensi, supaya mampu menjaga kualitas mutu dari pribadi, agar tidak ketinggalan. 

"Saya juga harapkan kepada mahasiswa/i UMN Al-Wasliyah Sumatera Utara tetap menjalankan sendi keislaman di setiap kegiatan hidup kita, baik bekerja, melakukan kegiatan apapun harus tetap membawa sendi islam itu. Kita punya matahari, angin, dan laut, ini adalah karunia yang sangat besar bagi bangsa kita sehingga banyak orang dari negara lain yang ingin menguasai negara kita," ucap Irjen Agus.

Selain itu dalam kuliah umumnya, Kapolda Sumut mengingatkan, "Adik-adik saya, karena di kampus proses pendidikan memberikan pelajaran kepada kita untuk tahapan, apapun yang kita kerjakan dalam kerjaan, tidak selamanya dunia menghadap kita, oleh karena itu pertebal kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional & kecerdasan intelektual anda,"serunya. 

Terlebih, sambungnya, di zaman teknologi yang modern saat ini, mahasiswa harus lebih pintar dalam menggunakan media sosial, mengingat saat ini sangat mudah tersebar berita hoax atau pun berita yang belum pasti kebenarannya.

Cek dulu kebenaran berita yang beredar sebelum dibagi kepada teman-teman yang lain, jangan sampai diri sendiri menjadi salah satu faktor dibalik tersebarnya berita hoax atau berita palsu yang dapat merugikan orang banyak, bahkan kita sendiri, katanya.

Penulis: adr. Editor: gun.