HETANEWS

Mukjizat Tsunami Palu, Bayi Sangkut di Pohon Selamat Usai Terpisah dari Orangtuanya, Bikin Haru!

Mukjizat Tsunami Palu, Bayi Sangkut di Pohon Selamat Usai Terpisah dari Orangtuanya, Bikin Haru! (foto/Hanover)

Palu, hetanews.com - Seorang bayi berusia 2 bulan luput dari bencana tsunami yang menerjang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) lalu.

Bayi laki-laki tersebut bernama Putra Mandala Sakti. Putra bertemu dengan orangtuanya setelah 5 hari terpisah usai gempa dan tsunami menerjang.

Hal tersebut diketahui saat Relawan Garbi melakukan distribusi logistik di Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Orangtua Putra menceritakan kisah pertemuannya dengan sang anak kepada Relawan Garbi.

Suasana Kota Palu, Sulteng setelah digoncang gempa dan diterjang Tsunami
Suasana Kota Palu, Sulteng setelah digoncang gempa dan diterjang Tsunami.
 

Sepuluh anggota keluarga Putra, terpisah karena terseret arus tsunami termasuk bayi berusia dua bulan tersebut. Putra kemudian ditemukan warga di atas pohon pada keesokan harinya pasca-tsunami.

Kondisi Putra berlumur lumpur usai terseret tsunami sejauh 600 meter dari rumahnya. Karena tak diketahui identitasnya, Putra lantas dibawa warga ke posko pengungsian. Putra dan keluarganya baru bertemu lima hari setelah tsunami menerjang.

"Mereka (orangtua Putra) mendapat kabar ada bayi laki-laki ditemukan, pas dicek ternyata itu Putra," ujar EZ Muttaqien Yunus, koordinator media GARBI.

Kondisi Kota Palu pascaditerjang tsunami dan diterjang gempa bumi, Sabtu (29/9/2019)
Kondisi Kota Palu pasca diterjang tsunami dan diterjang gempa bumi, Sabtu (29/9/2019)
 

Ibu Putra menangis haru ketika mengetahui bayinya selamat usai terseret tsunami. "Kami kira dia sudah meninggal pak," ujar Muttaqien menirukan cerita ibu Putra.

Selama lima hari sebelum bertemu dengan orangtuanya, putra dirawat di RS Bhayangkara Palu. "Jadi Putra ini selama lima hari tak dapat ASI, dia cuma minum susu formula," kata Muttaqien.

Relawan Garbi memberi bantuan dan perhatian khusus kepada Putra.  

"Kami bertemu Putra dan keluarganya dua kali, yang pertama kami bertemu, mendengarkan kisah mereka, serta memberi bantuan, namun saat datang lagi lain hari mereka sudah pulang," ungkap Muttaqien.

Hingga kini relawan Garbi masih berada di Palu dan Donggala untuk membantu para korban serta membagikan bantuan dari para donatur.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.