Wed 17 Oct 2018

Gidion : Sebenarnya Bupatinya Yang "Gila" Karena Menabrak PP 48

Sekda Kabupaten Simalungun Gidion Purba.

Simalungun, hetanews.com - Sekda Kabupaten Simalungun Gidion Purba menyatakan soal honorer, Bupati Simalungun sudah terlalu berani menabrak peraturan dengan tetap menggunakan honorer, bahkan Gidion menyebutkan Bupati "Gila".

"Sebenarnya ini Bupatinya yang gila, maksudnya ini gila dalam tanda petik, membelah honor-honor ini selama ini," katanya saat diwawancarai hetanews, Kamis (11/10/2018).

Hal itu dikatakanya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 tidak boleh lagi ada tenaga honorer.

"Sebenarnya sudah ada PP 48 yang menyatakan tidak boleh lagi ada honor," paparnya.

Keberanian JR Saragih tersebut kata Gidion adalah konteks membela masyarakat kecil sehingga sampai melanggar peraturan.

"Tapi dalam rangka konteks untuk mendukung orang-orang kecil dan mengatasi pengangguran sehingga Bupati melanggar aturan," jelasnya

Malah kata Gidion seharusnya Honorer tersebut  harusnya dipecat oleh Pemkab Simalungun.

"Jadi sekarang yang mau dituntut apa ?, harusnya Honor itu dipecat semua, kalau menurut PP 48," sebutnya dengan penuh semangat.

Dia malah mempertanyakan orang-orang yang menyebutkan JR Saragih tidak berprikemanusiaan.

"Sekaran diserang Bupati katanya tidak berprikemanusiaan malah Bupati sebenarnya luar biasa mendukung orang kecil," katanya kesal.

Dia menyebutkan untuk tenaga guru honorer, sebanarnya tenaga honor komita.

"Yang seharunya tenaga guru honor itu, harusnya tenaga honor komite, kenapa mereka tidak protes, gaji mereka masih Rp 300 ribu loh, kok orang itu engga ada solider sesama guru, orang itu dari Rp 2 juta menjadi Rp 1 juta," jelasnya.

Penulis: tom. Editor: tom.
Komentar 1