Wed 17 Oct 2018

Cara Serti Kabur Karena Tak Tahan Dianiaya Majikan, Pecahkan Kaca Ventilasi

Sidang dakwaan pembantu yang dianiaya majikannya. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Serti Mariana Butar-Butar (22) melarikan dari lantaran kerap dianiaya majikannya. Mulai dari ditinju, ditendang, matanya dioles pakai balsem hingga disiram air panas.

Lantas bagaimana pembantu rumah tangga berumur 21 tahun itu berhasil kabur dari dalam kamar yang dikunci oleh majikannya?

Jaksa penuntut umum (JPU kasusnya mengungkapkan cara korban berhasil kabur dari kediaman terdakwa Herawati Sinaga (51) yang terletak di Jalan Viyata Yudha, Komplek Perumahan Bumi Viyata Regency, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

“Pada 25 Februari 2018 sekitar pukul 09.00 wib, terdakwa didalam kamar memastikan sudah tidak ada lagi suara kemudian korban berencana melarikan diri dari rumah terdakwa karena sudah tidak diperlakukan secara wajar, kemudian korban mengambil sikat pakaian yang gagangnya terbuat dari kayu lalu korban menaiki mesin cuci dan mengambil ember dan menaruhnya diatas mesin cuci. Terdakwa lalu memecahkan kaca ventilasi dan melompat keluar, hal yang sama dilakukan terdakwa melewati pagar rumah,” ujar JPU Rahma Sinaga dan Henny Simandalahi saat membacakan dakwaan.

Sidang dakwaan ini dipimpin hakim ketua Fitra Dewi Nasution dibantu dua hakim anggota M Nuzuli dan Fhytta Imelda Sipayung. Sidang berlangsung di ruang Chandra, Kamis (11/10).

Lanjut JPU, bahwa sekitar pukul 14.30 korban melintas berjalan bolak balik dilihat saksi Nuhaida Sitorus di Jalan tepian Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan. Saksi curiga kemudian menanyai korban dan korban menjawab sembari menangis.

Saksi Nurhaida menyuruh korban duduk didepan rumah saksi Rian Fri Tumanggor. Kedua saksi menanyai identitas korban. Kedua saksi juga melihat baju yang dipakai korban ada bercak dara dan luka pada kedua mata, luka kepala depan dan belakang serta dipunggung korban.

Disana korban diberi makan oleh saksi dan disuruh mandi ke sungai sembari menanyai sebab luka namun korban tidak menjawab dan hanya menangis.

“Saksi Rian kemudian memberitahukan kepada Gordon Tarihoran selaku RT dan kemudian Gordon menghubungi Ronal Sihite selaku Kepling,” sambung JPU.

Sekira pukul 16.00 wib, para saksi membaw korban ke Taman Bunga di Jalan Merdeka sebagaimana keinginan korban hendak pulang kerumah orang tuanya. Korban dibekali saksi uang dan menaiki angkot menuju Opung (kakek) di Jalan Makmur, Kelurahan Asuan, Kecamatan Siantar Timur.

Saksi Pasu Butar-Butar, kakek korban menyaksikan korban menangis mengenakan pakaian terdapat bercak darah, luka dimata sebelah kiri, luka kepala depan dan belakang serta punggung serta luka bekas siraman air panas di leher. Oleh saksi Pasu Butar-Butar kemudian menghubungi Ibu korban, Nurmaida Hasibuan yang kemidan tiba dirumah tersebut.

JPU mendakwa Herawati Sinaga (51) pasal 44 ayat 1 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam ringkup rumah tangga, dakwaan kesatu atau kedua pasal 351 ayat 1 KUH-Pidana tentang penganiayaan.

Pada sidang, Herawati didampingi dua penasehat hukumnya menyatakan keberatan atas dakwaan jaksa. Sidang akan dilanjutkan pekan depan (18/10) untuk pembacaan eksepsi dari PH terdakwa.

Penulis: bt. Editor: bt.