Wed 17 Oct 2018

Jaksa: Serti Ditinju, Ditendang, Mata Dioles Balsem dan Disiram Air Panas

Terdakwa Herawati Sinaga duduk dikursi pesakitan ruang sidang. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Sidang perdana terdakwa Herawati Sinaga (51), oknum Dokter Gigi atas kasus kekerasan dalam rumah tangga terhadap pembantunya digelar di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (11/10).

Sidang beragendakan pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU), Henny Simandalahi dan Rahma Sinaga di ruang Chandra, dihadiri hakim ketua Fitra Dewi Nasution.

Dalam dakwaan, korban Serti Mariana Butar-Butar (21) mengalami kekerasan fisik dirumah terdakwa di Jalan Viyata Yudha, Komplek Perumahan Bumi Viyata Regency, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.

“Saat korban sedang memijat terdakwa menggunakan balsem, terdakwa marah marah kepada korban karena tidak kuat memijat, terdakwa meninju mata kanan korban. Kemudian terdakwa mencolek balsem dengan ujung jari telunjuk kiri dan menempatkannya ke mata kiri korban,” kata JPU menceritakan kejadian 24 Februari 2018, sekira pukul 09.00 wib.

Lanjut JPU, sekira pukul 13.00 wib, terdakwa menuding korban lambat membersihkan air yang berceceran dari kulkas dan menendang perut korban yang saat itu dalam posisi jongkok. “Dengan kaki kanan terdakwa,” ujarnya.

Tak berhenti disitu, terdakwa mengancam korban dengan menyiramkan air panas digelas sehingga membuat korban takut dan berlari mengambil kain lap dari kamar mandi.

“Dan, pada saat korban jongkok membersihkan air ceceran kulkas, terdakwa memukul kepala belakang korban secara berulang menggunakan telanan yang diambil dari rak piring. Korban menangkis menggunakan kedua tangannya sembari menjerit kesakitan,” ujar JPU.

“Terdakwa kembali memukul punggung korban secara berulang menggunakan telanan dan kemudian terdakwa mengambil air panas dari dalam dispenser menggunakan gelas dan menyiramkannya ke leher belakang korban,” tambahnya.

Penganiayaan ini tak lama berhenti setelah suami terdakwa berinisial N mengetahui dan melarang terdakwa.

Lebih lanjut jaksa, pada Minggu, 25 Februari 2018 sekira pukul 06.00 wib, terdakwa menuding korban lambat menjemur pakaian dan menendang perut korban dan kemudian meninggalkan korban.

Terdakwa didakwa melanggar pasal 44 ayat 1 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam ringkup rumah tangga, dakwaan kesatu atau kedua pasal 351 ayat 1 KUH-Pidana tentang penganiayaan.

Penulis: bt. Editor: bt.