Wed 17 Oct 2018

Kasus KDRT Dokter Gigi, Penasehat Hukum Sebut Ada Kejanggalan Dakwaan Jaksa

Sidang dakwaan kasus KDRT dengan terdakwa Dokter Gigi. (foto/bt)

Siantar, hetanews.com – Penasehat hukum (PH) terdakwa Herawati Sinaga (51) menyatakan keberatan atas dakwaan jaksa. Mereka pun mengajukan eksepsi atas dakwaan.

Herawati merupakan Dokter Gigi yang tersandung kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap Serti Mariana Butar-Butar (22) yang merupakan pembantu rumah tangganya.

Kejanggalan tersebut disampaikan Martin Onruso Simanjuntak dan Risman H Siburian dari kantor Advokat Batahi, Martin & Rekan yang dihunjuk terdakwa sebagai PH, seusai sidang, Kamis (11/10).

“Kalo kami melihat ada yang janggal (dalam dakwaan),” kata Martin seusai sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Henny Simandalahi dan Rahma Sinaga.

Sidang berlangsung di ruang Chandra Pengadilan Negeri Siantar, dipimpin hakim Fitra Dewi Nasution dibantu dua hakim anggota M Nuzuli dan Fhytta Imelda Sipayung.

Ia mengatakan kejanggalan tersebut akan disampaikan pada sidang agenda eksepsi (keberatan atas dakwaan), yang akan digelar pekan depan, Kamis (18/10).

“Nanti di eksepsi disampaikan,” ujarnya.

Dalam dakwaan, Herawati didakwa melakukan perbuatan sebagaimana dalam pasal 44 ayat 1 undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam ringkup rumah tangga, dakwaan kesatu atau kedua pasal 351 ayat 1 KUH-Pidana tentang penganiayaan.

Penulis: bt. Editor: bt.