Tue 11 Dec 2018

Keluarga di Pengungsian Motivasi Moh. Fikar di MTQN XXVII

Peserta tafsir golongan bahasa Inggris nomor urut 340 asal Palu, Sulawesi Tengah, Moh. Fikar saat tampil, Kamis (11/10/2018). (foto/david)

Medan, hetanews.com – Moh. Fikar, peserta tafsir golongan Bahasa Inggris bernomor urut 340 dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menitipkan keluarganya di pengungsian usai memutuskan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII tahun 2018 di Sumatera Utara.

Pasca gempa di Sigi dan Donggala menyebabkan istri juga ayah dan ibu fikar kini berada di pengungsian. Hal itu menjadi tantangan bagi Fikar untuk menghadapi kompetisi.

"Keluarga saya, seperti bapak, ibu dan istri saya alhamdulillah selamat dari bencana tsunami. Jadi, sekarang mereka di pengungsian di Palu. Mudah-mudahan ini menjadi hikmah bagi kita di sini," terang Fikar yang kesehariannya berprofesi sebagai pembimbing Al-Qur’an di daerahnya, Palu kepada hetanews.com, Kamis (11/10/2018).

Fikar juga menyampaikan keprihatinanya atas kondisi di daerahnya yang masih bergantung dengan bantuan dari luar Sulawesi Tengah.

"Saya masih komunikasi dengan keluarga, alhamdulillah di Palu bantuan cukup, cuma ada beberapa tempat di luar Palu belum terjangkau bantuan," ungkapnya setelah memberikan penampilan terbaiknya di Aula Gedung H. Anif kompleks Unimed Jalan Pancing, Medan.

Untuk itulah, Fikar bertekad sekembalinya dari Sumatera Utara, dia bersama keluarga akan kembali membangun rumah mereka yang saat bencana gempa dan tsunami lalu hancur.

Lebih lanjut, dijelaskan Fikar terkait persiapan dirinya mengikuti MTQN XXVII ini, harus terlebih dahulu menjalani karantina selama 5 hari. Namun, persiapan latihan harus tertunda karena terkena bencana gempa dan tsunami.

"Namun, kami sebagai peserta tetap semangat dan memiliki harapan besar untuk menang," ungkapnya.

Fikar mendapat nilai 167.00 dan untuk sementara dia berada di urutan ke-31. Cabang tafsir mengambil 3 peserta terbaik dari putra dan 3 terbaik dari putri untuk masuk ke final yang akan diselenggarakan pagi tadi. 

Penulis: david. Editor: anto.