Wed 17 Oct 2018

Terbukti Sindikat Narkotika, 5 Warga Siantar Dibui 5-7 Tahun

Para terdakwa keluar dari ruang sidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Masuk sindikat jaringan narkotika, lima warga Kota Pematangsiantar divonis bervariasi di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (11/10/2018).
    
Bermula tertangkapnya Suhaidil Syahputra alias Aidil (20) divonis 4,5 tahun sebelumnya dituntut 6  tahun di jalan lintas Siantar-Saribudolok pada Jum'at, 6 Maret 2018 pukul 22.00 WIB dengan barang bukti sepaket sabu. 

Aidil mengaku bersama Arifin (DPO) membeli sabu dari terdakwa Dwita Siviana Purba alias Keysha (25), divonis 7 tahun sama dengan tuntutan jaksa. Warga jalan Pergaulan, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar ini menjual sepaket sabu seharga Rp100 ribu.
    
Saat ditangkap anggota Satnarkoba Polres Simalungun, M. Reza Fatwa, Syarif Noor Sholin dkk, Arifin berhasil melarikan diri. Petugas berhasil menangkap Keysha di Balai Bolon Lapangan H. Adam Malik, Siantar.
    
Malam itu sekitar pukul 23.30 WIB, Keysa ditangkap bersama terdakwa Rizky Yasir Lubis alias Galung (26), warga Jalan Ade Irma, Siantar, yang divonis 7 tahun, sebelumnya dituntut 6 tahun oleh jaksa Barry. 

Keduanya mengendarai Yamaha RX King BK 6059 WB sedang menunggu Agus (DPO) yang sudah memesan sabu kepada Keysa. Dari keduanya petugas menyita sepaket sabu , perlengkapan hisap sabu, gunting dan 2 buah ponsel nokia. 
    
Bukan hanya Keysa yang menjadi kurir sabu milik Rizky, tetapi terdakwa Hari Setiawan(25), warga Jalan Singosari juga merupakan kaki tangan terdakwa Rizky dalam mengedarkan narkotika dan divonis sama dengan tuntutan jaksa yakni 5 tahun penjara.
    
Terdakwa Hari Setiawan ditangkap dari depan Indomaret Jalan MH. Sitorus, Kota Siantar, tak jauh dari Balai Bolon lokasi penangkapan Keysa dan Rizky. Dari Hari Setiawan, polisi menyita 1 klip sabu, HP, sepeda motor Yamaha Mio tanpa plat dan uang hasil penjualan sabu sebesar Rp1 juta.
    
Hari mengaku menerima sabu dari Rizky sebanyak 1 gram seharga Rp900 ribu dengan sistem 'laku bayar'. Sabu sebanyak itu dibagi dalam 12 paket, sehingga Hari mendapat keuntungan Rp300 ribu.
    
Dalam mengedarkan 12 paket itu, terdakwa Hari dibantu M. Yogi Pranata (24), warga Jalan Serdang, Kota Siantar yang divonis sama dengan tuntutan jaksa 5 tahun. BB yang disita polisi dari Yogi Pranata berupa sepaket sabu dan uang sebesar Rp900 ribu. 

Uang tersebut menurut Yogi akan disetor kepada Hari atas pembayaran sabu yang telah laku terjual.
     
Vonis tersebut dibacakan majelis hakim Novarina Manurung, Justiar Ronald dan Mince Ginting di hadapan terdakwa didampingi pengacara Ronald Pasaribu.

Penulis: ay. Editor: anto.