HETANEWS

Hotmix Sekmen Dua Ronggur Nihuta Apa Kabar?

Hotmix sepanjang 7 Km yang dikerjakan PT Pusaka Agung di Kecamatan Ronggur Nihuta, kualitasnya diragukan. (foto/stm)

Samosir,hetanews.com- Frans Boy Naibaho, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas PUPR Samosir, yang membidangi pekerjaan sekmen dua, membenarkan proyek hotmix itu, merupakan gawean dinas tersebut, saat disambangi wartawan, di ruang kerjanya, Selasa (9/10/2018), sekitar pukul 09.30WIB.

Dijelaskannya, pekerjaannya selama enam bulan dan pihak rekanan telah disarankan agar memperbaiki jika ada yang rusak.

Ditanya, apa jaminan pihak Kontraktor mau memperbaiki pekerjaan yang sudah selesai masa kontraknya?  Frans Boy Naibaho hanya bisa bilang, pihaknya minta etikat baik dari pihak Kontraktor saja.

Dalam kejadian ini, berapa tahun pihak Kontraktor akan diblack list dari Dinas PUPR Samosir? Lagi - lagi Frans Boy tidak menjawab.

Dia seakan meyakinkan wartawan yang ketika itu melakukan konfirmasi kepadanya atas suruhan Seketaris Dinas, Mangihut Simbolon karena dia yang lebih tau masalah teknis pengerjaanya kepada wartawan. 

Jiika saja pekerjaan yang dikerjakan pihak Kontraktor (PT Pusaka Agung) yang beralamat di Siantar dan manegernya, Parulian Panjaitan, itu sekarang dalam keadaan rusak, ya bisa saja. Karena kendaraan berat yang lewat seperti roda sepuluh. Karena kekuatan hotmix setebal 5 cm yang kita kerjakan ini, hanya menopang seberat 8 ton saja dan setiap hari jalan hotmix itu dilewati dam truk roda 10, jawabnya yang terkesan mengelak tidak mau disalahkan.

"Jangankan jalan kita ini, jalan lintas nasional aja pun ambruk juganya, dilewati tronton yang begitu besar kan, “katanya.

Namun itupun, kita akan cek nanti ke lapangan, mana yang rusak dan kita akan surati rekanan yang mengerjakan pekerjaan itu, jelasnya.

Frans Boy juga mengaku, bahwasanya pekerjaan yang dikerjakan tahun 2017 itu, dana jaminan pemeliharaannya sudah dibayarkan.

Jalan lintas hotmix yang membelah Samosir siap menunggu korban, khususnya pengendara roda dua dengan kondisi jalan yang sudah berlubang. (foto/stm)

Terkait pekerjaan jalan lingkar Samosir, sekmen dua sepanjang lebih kurang 7 Km yang membelah kabupaten Samosir, patut dipertanyakan, dimana kualitas hasil pengerjaannya sudah rusak atau banyak tambal sulam dan kupak kapik.

Akibat kerusakan itu, dikhawatirkan akan memakan korban, khususnya   pengendara roda dua dan empat yang melewati jalan itu nantinya.

Baca juga: Jalan Hotmix Lingkar Membelah Samosir Berlubang dan Kupak Kapik

Hal ini terpantau oleh awak media  di lapangan, pada Sabtu (6/10/2018), di desa Parmongan, kecamatan Ronggur Nihuta, kabupaten Samosir.

Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu, pekerjaan ini sudah disangsikan kwalitasnya. Pengamatan awak media cetak, online dan TV di lapangan, diakibatkan base pemadatan yang kurang baik dikerjakan atau mungkin kurang tebal, dimana pagu pengerjaan hotmix ini, memakan biaya yang sangat besar Rp.19 Milyar lebih, dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Samosir tahun 2017.

Banyak masyarakat  disekitar perkampungan ini yang beri komentar miring tentang pengerjaan kontraktor dengan hasil pengerjaannya yang  "kupak kapik dan tambal sulam".

Penulis: stm. Editor: gun.