Tue 11 Dec 2018

Sungai Bah Bolon Meluap, Pasutri Tewas Terseret Banjir

Puih rumah warga yang dihantam banjir (kiri) dan air sungai meluap hingga menggapai jembatan (kanan). (foto/gee)

Simalungun, hetanews.com - Pascahujan deras yang mengguyur Kecamatan Gunung Malela, pasangan suami istri (pasutri) yang bermukim di pinggiran Sungai Bah Bolon terseret banjir, tepatnya di Nagori Syahkuda Bayu, Kampung Pulo.

Informasi yang dihimpun, masih dilakukan pencaharian terhadap salah satu korban. Sementara korban lainya, Daulat Siagian (62) telah berhasil ditemukan dengan keadaan tewas, Rabu (10/10/2018).

Hujan deras yang terjadi pada Selasa (9/10/2018) malam tadi, menyeret keduanya ke dalam sungai. Keduanya disebut sedang saat berada di warung milik mereka saat hujan deras melanda.

Hingga saat ini, petugas sedang melakukan pencaharian terhadap Rita Sitorus yang merupakan istri dari Daulat Siagiaan. Daulat yang sudah dievakuasi kemudian dibawa ke rumah duka.

Petugas cukup mengalami kesulitan saat melakukan pencarian mengingat tingginya luapan sungai Bah Bolon. 

"Sampai sekarang masih kita lakukan pencarian. Korbannya satu lagi sudah dievakuasi," kata Nano, Pangulu Nagori Syahkuda Bayu lewat sambungan telephone.

Hampir seluruh pinggiran Sungai Bah Bolon, terkena banjir. Peristiwa banjir yang paling parah berada di Nagori Syahkuda Bayu, tepatnya di Kampung Pulo. Selain merenggut nyawa, sejumlah rumah pun terendam banjir.

Penulis: gee. Editor: anto.