HETANEWS

Kematian Tak Wajar Ibu Muda di Boyolali yang Terkubur Seminggu

Handoko memperagakan penganiayaan yang dilakukan pada istrinya

Boyolali, hetanews.com - Berawal dari kecurigaan warga yang dilaporkan polisi, makam ibu muda di Boyolali dibongkar polisi. Makam perempuan bernama Novi Septiyani (22) dibongkar setelah seminggu dikebumikan. 

Korban meninggal dunia pada Senin (1/10) dini hari. Warga Dukuh Gumukrejo, Desa Kebongulo, Kecamatan Musuk, Boyolali ini pun dimakamkan pada hari itu juga. Dia dilaporkan meninggal mendadak. 

Pada awalnya Polres Boyolali tidak mendapatkan laporan tentang kematian korban karena keluarga menganggap sebagai kematian wajar.

Namun beberapa hari kemudian berkembang informasi dari masyarakat, pada saat jenazah korban dimandikan, ditemukan beberapa tanda seperti bekas kekerasan. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dari masyarakat. 

Polisi memintai keterangan kepada saksi-saksi, di antaranya suami, orang tua korban, warga yang memandikan jenazah, sejumlah tetangganya hingga perangkat desa setempat.

Autopsi yang dilakukan oleh tim DVI Polda Jateng akhirnya mengungkap bahwa ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Novi. 

Baca juga: Ini Dia Temuan Polisi Usai Bongkar Makam Ibu Muda di Boyolali

"Hasil sementara dari pemeriksaan tim DVI menyatakan bahwasanya ada kejanggalan atau ada bekas tindakan kekerasan di tubuh korban," kata Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi di ruang kerjanya Senin (8/10/2018).

asat Reskrim Polres Boyolali, AKP Willy Budiyanto, menambahkan keterangan sementara dari tim DVI Polda Jateng hasil outopsi, ditemukan ada bekas kekerasan pada korban yang berakibat kematian. 

"Luka memar di leher dan luka memar di mulut," terangnya.

Kini suami korban, Handoko telah "Dan akhirnya suami korban yang bernama Handoko mengakui yang melakukan tindak kekerasan sampai mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain yaitu saudari Novi yang merupakan istrinya sendiri," tutur Aries. 

Blantik sapi itu dikenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 44 ayat 3 UU No 23/2004 tentang penghapusan KDRT dan Pasal 338 KUHP. 

sumber: detik.com

Editor: sella.