HETANEWS

Ini Bukti – bukti, Kasek dan Bendahara Bawaslu Simalungun Terindikasi 'Mainkan' Anggaran

Siantar,hetanews.com- ‘Menjeritnya’ para pihak Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Simalungun atas dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami mereka hingga berujung dilakukan klarifikasi, merupakan petunjuk ampuh bagi pihak Pengawas Internal (PI) dari Bawaslu Sumut yang akan turun ke Bawaslu Simalungun untuk melakukan ‘pemeriksaan’ nantinya.

Belum lagi, soal ketidaktahuan mantan komisioner Panwaslu Simalungun atas sejumlah kebijakan yang dilakukan oleh Kepala Sekretariat (Kasek) dan Bendahara Panwaslu (Bawaslu) Simalungun selama ini.

Contohnya, praktek dugaan pungli itu juga baru ditetahui setelah mencuat kepermukaan dan terus diikuti oleh Hetanews.com perkembangannya.

Bahkan, soal pengadaan topi untuk Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) yang dipakai saat moment Pilgubsu 2018 kemarin, dua mantan komisioner Panwaslu Simalungun juga mengaku tidak tahu dan parahnya, tidak pernah melihat fisiknya.  

Kedua mantan komisioner Panwaslu Kabupaten Simalungun itu, Michael Richard Siahaan dan Muhammad Choir Nazlan.

Apalagi soal topi tersebut yang kabarnya dijual Rp25 ribu, keduanya juga mengaku tidak tahu karena pengadaan topi itu tidak pernah dirapatkan pihaknya.

“Saya selaku salah satu unsur pimpinan tidak tahu soal pengadaan topi itu dan tidak pernah dirapatkan,”ujar Michael Richard Siahaan saat dikonfirmasi via ponsel, Senin siang (24/9/2018).

Menurutnya, pengadaan topi itu merupakan kebijakan sekretariat Panwaslu Simalungun saat itu.

Dan hal senada juga diungkapkan Muhammad Choir Nazlan dan menegaskan, dirinya bahkan tidak pernah melihat bentuk fisik dari topi yang dipakai pihak Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) berwarna orange itu.

“Memang saya tidak tahu, bahkan tidak pernah lihat topinya,”ujar Choir yang saat ini menjabat Ketua Bawaslu Simalungun, Senin malam (24/9/2018), lalu.

Termasuk soal sejumlah dugaan pungli yang lagi hangat diberitakan media online tersebut, Choir juga mengaku tidak tahu.

Bahkan saat Hetanews.com yang berhasil mengkonfirmasi pihak rekanan pengada mobiler Panwaslu Kecamatan se – Kabupaten Simalungun, salah seorang mantan komisioner Panwaslu Kabupaten Simalungun juga mengaku baru tahu kalau Abun, rekanan penyedia mobiler tersebut.

Baca juga: Lagi Hebohnya Berita Pungli, Sekretaris Bawaslu Sumut Kabarnya Turun ke Bawaslu Simalungun, Dikonfirmasi Jawabnya Begini

Baca juga: Ini Pengakuan Rekanan Pengada Mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun

Baca juga: Sikapi Pemberitaan Dugaan Pungli, Bawaslu Simalungun Panggil Semua Ketua Panwaslu Kecamatan

Baca juga: Soal Topi PTPS ‘Dibeli’ Rp25 Ribu, Pengakuan 2 Mantan Komisioner Panwaslu Simalungun Ini Buat Kaget

Baca juga: Kasihan...Panwaslih Kecamatan di Simalungun Diduga Kena Pungli, Ditotal Capai Rp1,7 Miliar

Hal ini membuktikan, ada yang tidak transparan di internal Panwaslu Kabupaten Simalungun selama ini, khususnya dalam penggelolaan anggaran.

Soal anggaran dan bagaimana cara ‘menghabiskannya’, tampaknya hanya diketahui duet Kasek dan Bendahara Panwaslu Simalungun  saat itu.

Tinggal bagaimana pihak Pengawas Internal dan komisioner Bawaslu Simalungun yang ada sekarang untuk menyikapinya.

Apakah oknum yang terlibat dicopot? Atau diadukan sampai ke aparat penegak hukum (APH)? Mari kita ikuti perkembangannya.        

Penulis: gun. Editor: gun.