Tue 11 Dec 2018

Warga Paindoan Meninggal, Setelah 3 Jam Ditangkap Sat Narkoba Polres Labuhanbatu

Tubuh Heri terlihat mengalami luka lebam. (foto/fendi)

Labuhanbatu,hetanews com- Suheri alias Heri Lontong (43), warga Paindoan Rantauprapat, diduga pelaku Narkoba, dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di RSUD Rantauprapat,  Sabtu (6/10/2018) dini hari, sekira pukul 01.30 WIB.

Heri ditangkap petugas Satres Narkoba Polres Labuhanbatu bersama rekannya, bernama Gunawan,  Jumat (5/10/2018), sekira pukul 22.00 WIB, di sebuah rumah di jalan Paindoan Rantauprapat, atas dugaan keterlibatan peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Informasi diperoleh, korban ketika digelandang ke Mapolres Labuhanbatu menggunakan mobil pihak Kepolisian dalam kondisi sehat. Bahkan penangkapan korban dan rekannya mengundang perhatian warga setempat.

"Dia sebelumnya sehat. Dia juga sempat makan miso di warungku," ungkap seorang warga.

Bahkan, para warga saat menyaksikan penangkapan juga menegaskan ke pihak Kepolisian agar tidak berlaku kasar terhadap keduanya. "Jangan ada yang main pukul,"papar warga ketika itu.

Tapi, sekira pukul 01.30 WIB, keluarga korban menerima kabar duka. Suheri ayah 4 anak ini, dikabarkan meninggal dunia.

"Kami mendapat kabar pakcik meninggal. Ayah saya menerima informasi itu,"ujar keponakan korban, Agustina.

Sementara itu, dari sejumlah poto yang beredar, terlihat kondisi tubuh korban penuh lebam. Pada bahu kiri korban membiru. Tengkuk hingga punggung korban memar. Bahkan, pada leher kiri korban terdapat lebam dan di kening korban terlihat bekas luka seperti terkena benda runcing.

"Kayak luka tertusuk paku kening korban,"aku Sitorus.

Saat pemandian jasad korban, menjadi perhatian warga yang ingin menyaksikan langsung kondisi tubuh korban. Dan mengabadikan poto dengan ponsel pintar.

"Banyak warga yang ingin nengok," kata Sitorus.

Setelah dimandikan , korban menjalani proses proses fardhu kifayah disholatkan dan dimakamkan, di perkuburan muslim Paindoan.

Kepala Satuan (Kasat) Resnarkoba Polres Labuhanbatu, AKP I Kadek Heri Cahyadi, mengatakan, korban ditangkap bersama rekannya, Gunawan Jumat (5/10/2018) sekitar pukul 22.00 WIB, setelah adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu.

Setelah diamankan keduanya dibawa ke Mapolres Labuhanbatu. Namun, saat diturunkan dari mobil di Mapolres Labuhanbtu, korban mengalami kejang-kejang.

Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Rantauprapat. Namun saat diperjalanan, nyawa korban tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Menanggapi hal ini, Ketua ICW Labuhanbatu, Jansen Nainggolan meminta kepada Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang agar mengotopsi korban biar dapat disimpulkan kematian Suheri.

"Sekaligus menindak lanjuti dan memeriksa dugaan penganiayaan yang dialami Suheri sehingga meninggal dunia,"pintanya.

Penulis: fendi. Editor: gun.