HETANEWS

PNS Langkat Dirampok, Ratusan Juta Lewong

Muyawati saat menunjukkan lokasi kejadian perampokan yang dialaminya. (foto/jufri)

Langkat,hetanews.com- Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Langkat, Muyawati (41), menjadi korban kebringasan pelaku perampokan, Jumat (5/10/2018).

Uang sebanyak Rp115 juta yang baru diambilnya dari Bank BRI Cabang Pangkalan Brandan, leong saat ia pulang ke rumahnya, di Dusun I, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.

Informasi dihimpun, awalnya Muyawati, bendahara PPK Kecamatan Pangkalan Susu tersebut, bersama temannya sesama PNS, di Kantor Camat Pangkalan Susu, Langkat, Yusni Afriani, pergi ke Bank BRI, mencairkan uang sebesar Rp220 juta.

Namun, uang tersebut mereka bagi dua. Dimana, sebesar Rp105 juta dipegang Yusni, sedangkan Rp115 juta dipegang korban.

Setelah keluar dari bank, keduanya yang menggunakan mobil Calya BK 1964 PL, keluar dari halaman bank milik pemerintah tersebut.

Akan tetapi, mereka tidak langsung pulang ke kantor. Kedua wanita tersebut singgah makan siang, di salah satu warung sembari membawa tas berisi uang ratusan juta, yang rencananya akan membayar honor PPK dan PPS di Kecamatan Pangkalan Susu.

Selesai makan, Muyawati, mengantarkan Yusni ke kantor Camat Pangkalan Susu, sedangkan dirinya pulang ke rumah dan memarkirkan mobilnya.

Wanita berambut pendek itu turun dari mobil untuk membuka garasi dan meninggalkan tas berisi uang di dalam mobil.

Saat itu, 2 orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor membuka mobil dan membawa kabur tas berisi uang ratusan juta.

Korban sempat melihat dan mengejar kedua pelaku. Bahkan, diantara pelaku dan korban sempat tarik - menarik tas tersebut. 

Tidak ingin harta yang dicuri lepas, salah satu pelaku memukul korban hingga tersungkur ke aspal dan melukai wajahnya.

Kapolsek Pangkalan Susu, AKP Slamet Riyadi, melalui Kanitreskrim, Iptu Arwanda Sembiring, telah menangani kasus tersebut.

Sejauh ini, pihak Polsek Pangkalan Susu sudah melakukan pengejaran dan memeriksa CCTV yang merekam aksi kedua pelaku.

Selain uang, lanjut Arwanda, di dalam tas tersebut juga ada handphone milik korban dan identitas serta beberapa surat berharga.

"Kasusnya sudah dilaporkan. Saat ini, kita masih selidiki dan melakukan pengejaran," katanya.

Penulis: jufri. Editor: gun.