HETANEWS

‘Langka’ Ditemukan, Rekanan Mobiler Panwaslu Kecamatan se – Kabupaten Simalungun Ini Sok ‘Pahlawan’

Siantar,hetanews.com- Umumnya kalau rekanan taunya mau cari untung, tapi ‘berbeda’ dengan rekanan yang satu ini, Abun, penanggungjawab CV Gabe Indo Perkasa.

Rekanan pengada mobiler untuk Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Simalungun ini, seakan mau berkorban dan terkesan sok jadi pahlawan, menyusul tak kunjung ditariknya semua mobiler yang masa sewanya telah habis tersebut atau sudah lewat satu bulan lebih dari perjanjian kontrak.

Seperti penuturan Abun, sesuai kontrak dengan Kepala Sekretariat Panwaslu (Bawaslu) Kabupaten Simalungun, Rikardo Turnip, bahwa mobiler tersebut, mulai dipakai (dibayar) sejak bulan 11 tahun 2017 hingga 8 Agustus 2018 atau 9 bulan lamanya.

Namun saat dipertegas, berarti masa sewa mobiler itu sudah lewat karena saat ini sudah masuk bulan Oktober 2018, padahal batas kontrak sampai Agustus 2018.

Dan menanggapi itu, Abun  mengatakan, bahwa sebenarnya dia mau menarik semua mobiler itu, namun masing – masing Panwaslu Kecamatan katanya bermohon agar jangan ditarik dulu karena belum datang mobiler pengganti.

Dan terkait anggaran keseluruhan mobiler tersebut? Abun dengan santai mengatakan, bahwa sesuai rencana anggaran biaya (RAB), masing – masing Panwaslu Kecamatan dibebankan sebesar Rp3,7 juta per bulannya.

Baca juga: Terkait Pengadaan Mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun, hanya Pertanyaan Ini Mendapat Jawaban

Baca juga: Ini Pengakuan Rekanan Pengada Mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun

Sehingga kalau ditotal, lanjutnya, Rp3,7 juta dikali 32 Kecamatan di Kabupaten Simalungun, maka jumlah uang yang diterimanya melalui sistim transfer rekening, yaitu berkisar Rp118 juta per bulannya, belum dipotong pajak sebesar 10 persen.

Adapun mobiler yang dimaksud, diantaranya, 2 unit laptop, 1 printer, 7 meja kerja, 13 kursi rapat (sudah termasuk kursi kerja), 1 meja rapat, kursi tamu, dan termasuk lemari arsip.

Dengan belum ditariknya mobiler tersebut dari pihak Panwaslu Kecamatan, jelas menimbulkan pertanyaan besar karena harusnya pihak rekanan menjalankan sesuai dengan kontrak. Kalau begini, sudah untung atau ada indikasi lain ya?

Penulis: gun. Editor: gun.