HETANEWS

Pembantu yang Dianiaya Dokter Gigi dapat Dukungan Partobuna

Parsadaan Raja Toga Butarbutar Dohot Boruna (Partobuna) serta korban dan ibunya, didampingi kuasa hukum saat menggelar konfrensi pers, Jumat (5/10/2018). (foto/hza)

Siantar,hetanews.com-  Serti Butar-butar (28), warga jalan Sejahtera, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, mendapat dukungan dari Parsadaan Raja Toga Butarbutar Dohot Boruna (Partobuna) yang tak akan mundur, memperjuangkan keadilan. Setelah Serti Butar-butar diduga dianiaya seorang istri oknum Perwira TNI.

Hal berupa dukungan tersebut, disampaikan Partobuna Cabang Kota Siantar yang mewakili Partobuna se-Indonesia, di salah satu warung, di kota Siantar saat menggelar konfrensi pers, Jumat (5/10/2018).

Wakil Ketua Partobuna Siantar, Juaksa Butar-butar didampingi Sekretaris, Dolianus Butar-butar, mengatakan, pihaknya bukan mau intervensi penegakan hukum, mereka hanya ingin berbuat, bahwa kehadiran organisasi parpunguan harus dapat dirasakan anggota punguan.

Tak hanya itu saja, Juaksa Butar-butar, juga mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi tindakan tegas yang diberikan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) yang menolak dengan tegas kehadiran anggota TNI atau militer sebagai kuasa hukum terdakwa, pelaku penganiayaan putri mereka, Serti, pada Selasa, 2 Oktober 2018, lalu.

"Kami juga meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar yang saat ini menangani dan tengah mengadili perkara putri kami, agar  memberikan keputusan hukum yang seadil-adilnya saat putusan nantinya tanpa melukai hati putri kami sebagai korban,"ujarnya.

Lanjut Juaksa lagi, pihaknya sekali lagi sangat menyayangkan sikap pihak PN Siantar karena tidak menanggapi surat tertanggal 19 September 2018 tentang petimbangan hukum untuk tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa.

"Kami menilai seakan-akan membiarkan terdakwa lebih leluasa untuk berupaya melepaskan dirinya dari jeratan hukum. Kami siap dan tidak pernah mundur untuk memperjuangkan hak-hak putri kami, Serti, sampai dia mendapatkan keadilan,"pungkasnya.

Terpisah, saat konfrensi pers berlangsung, kuasa hukum Serti, yakni, Noperi P Ambarita dan Yafanus Buulolo, juga menyayangkan sidang perdana yang digelar tanpa adanya pemberitahuan kepada pihak Serti Mariana Butar-butar.

Baca juga: Dokter Gigi Penganiaya Pembantu Berstatus Tahanan Kota, Ini Penjelasan AKP Hasoloan Sinambela

"Sidang perdana itu digelar hari Selasa, 2 Oktober kemarin, dan tidak diketahui korban. Mereka tahu ada sidang dari media cetak. Seharusnya meski pengacaranya dari negara, pihak korban seharusnya mendapat pemberitahuan, kapan dilakukannya persidang,"ujar Noveri, dibenarkan Serti dan ibunya.

Diketahui juga, Serti Mariana Butar-butar, warga Jalan Makmur, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, ini menjadi korban penganiayaan oleh HS (52), istri oknum Perwira TNI yang tinggal di Jalan Viyata Yudha, Kecamatan Siantar Sitalasari Siantar.

Dugaan penganiayaan kepada Serti Mariana Butar-butar, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP / 94 / II / 2018 / SU / STR, tanggal 26 Februari 2018, di Polres Siantar.

Penulis: hza. Editor: gun.