HETANEWS

Dokter Gigi Penganiaya Pembantu Berstatus Tahanan Kota, Ini Penjelasan AKP Hasoloan Sinambela

Herawati Sinaga saat di kediamannya.

Siantar,hetanews.com- Dokter gigi (drg) Herawati Sinaga (52), kini berstatus tahanan kota. Penyidik Satreskrim Polres Siantar pun telah melimpahkan kasusnya dengan disertai barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar.

Herawarti yang menetap di komplek perumahan Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, ini tersangkut kasus penganiayaan terhadap pembantunya, korban Serti Butarbutar (28), warga Jalan Sejahtera, Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur.

Ditemui di Polres Siantar, Kasat Reskrim Polres Siantar, AKP Hasoloan Sinambela, mengatakan, pihaknya telah menyerahkan tersangka  Herawati, dibarengi dengan barang bukti kepada JPU karena berkasnya telah lama P21 alias lengkap.

"Sudah kita limpahkan tersangka dan barang buktinya kepada jaksa, beberapa waktu lalu. Lupa saya nama jaksa yang menangani perkaranya."tukas Sinambela, Jumat (5/10/2018).

Lanjut Hasoloan Sinambela, meski pihaknya telah menyerahkan tersangka  Herawati dan barang bukti kepada jaksa, namun tersangka  tidak ditahan oleh Kejari Siantar.

Jaksa yang menangani, memberikan status tahanan kota kepada tersangka. Sedangkan selama proses penyidikan di kepolisian, pihaknya memang tidak menahan Herawati, lantaran kondisinya sakit.

"Kita nggak mencampuri karena kewenangan jaksa, memberikan status tahanan kota, dan apa pertimbangannya. Jelasnya, tugas penyidikan telah selesai,"tegasnya.

Seperti pemberitaan, korban Serti Mariana yang beberapa waktu lalu mendatangi Polres Siantar, ditemani ibu kandungnya, Nurmaida boru Hasibuan (56), menerangkan, dia sudah 2 tahun bekerja sebagai pembantu dirumah majikannya, Herawati.

Awalnya, Herawati datang langsung ke rumah menawarkan bekerja sebagai pembantu. Sewaktu datang ke rumahnya, Herawati turut ditemani sama ajudan suami dari Herawati yang berstatus oknum tentara.

Atas restu dari ibu kandungnya, Nurmaida dan keluarga, dia langsung dibawa Herawati menuju rumahnya dengan menaiki mobil. Selama bekerja sebagai pembantu di rumah Herawati, disitulah dia mulai mengalami penyiksaan.

Baca juga: Berkas Dinyatakan Lengkap, Dokter Gigi Penganiaya Pembantu Segera Diadili

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Dokter Gigi Penganiaya Pembantu Pingsan dan Tidak Ditahan

"Aku juga tidak diperbolehkan keluar dari rumah. Mamak saja sulit menjumpai aku bila datang kerumah majikan. Kalau pun bisa ketemu sama mamak hanya sebentar saja, dan itu pun dikawal sama ajudan majikan,”ucapnya dengan lirih.

Dia menerangkan, terakhir kali dianiaya berawal pada Minggu (25/2) lalu, dimana dia disuruh membersihkan kolam ikan yang berada didalam rumah majikannya. Entah mengapa, tiba-tiba Herawati malah menyiram dia pakai air panas, dan terakhir, dia dikurung di kamar mandi.

Selain dituduh mencuri uang, selama kerja sebagai pembantu, dia pernah dipukul pakai telenan sebanyak 3 kali sama majikannya Herawati. Hanya saja, dia sudah tidak ingat lagi hari dan waktu ketika dianiaya sama majikannya.

Tak cuma itu saja, majikannya Herawati pernah menggosok tangannya pakai setrika. Bahkan pernah meninju dan menendang tubuhnya hingga terakhirnya dia bisa kabur dari rumah majikannya Herawati.

"Aku berharap, dia dihukum seberatnya. Dia jangan sepele sama orang miskin seperti aku ini. Nggak pernah aku mencuri uang. Bapak itu dulu menjabat Dandim. Hanya saja sekarang sudah pindah tugas di Medan," sambung Serti Mariana tak hentinya menangis.

Penulis: hza. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.