HETANEWS

Terkait Pengadaan Mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun, hanya Pertanyaan Ini Mendapat Jawaban

Salah satu mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun yaitu kursi tamu yang masa sewanya telah habis namun belum ditarik oleh pihak rekanan.

Simalungun,hetanews.com- Pengadaan mobiler Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Simalungun, masih penuh teka – teki dan menarik untuk ditelusuri.      

Selasa siang (2/10/2018), lalu, Hetanews.com berhasil mengkonfirmasi pihak rekanan yang menyediakan mobiler tersebut, yaitu, CV Gabe Indo Perkasa, dimana penanggungjawabnya bernama Abun.

Di lokasi usahanya, Asia Komputer, jalan Kartini Siantar, Abun mengakui, melakukan kontrak dengan pihak Panwaslu Kabupaten Simalungun, melalui Kepala Sekretariat Panwaslu (Bawaslu) Kabupaten Simalungun, Rikardo Turnip.

Pada hari ini, Rabu (3/10/2018) malam, Hetanews.com melakukan konfirmasi melalui via WhatsApp (WA) kepada  Kepala Sekretariat Panwaslu (Bawaslu) Simalungun, Rikardo Turnip  dan Bendahara Panwaslu Kabupaten, Kristianto Sipayung.

Pertanyaan yang dilayangkan wartawan terhadap keduanya sama karena kedua Aparatur Sipil Negara (ASN) ini disebut – sebut yang bertanggungjawab dalam pengadaan mobiler itu.

Kira – kira begini isi konfirmasi Hetanews.com, “Malam Pak, mau konfirmasi soal pengadaan mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun. Kata pihak rekanan masa sewa udah berakhir Agustus 2018 lalu tapi sampai sekarang tidak diambil dari pihak Panwaslu Kecamatan. Dan apa benar dalam RAB tidak disebut spek mobilernya? Apa tanggapan Bapak soal itu, Dan bagaimana pengadaan mobiler selanjutnya? Dan ada dugaan kalau mobiler yang dipakai Panwaslu Kecamatan sekarang sudah dibeli sehingga pihak rekanan tidak ambil pusing dalam menariknya, apa tanggapan Bapak? Dan kenapa pengadaan mobiler itu diambil alih pihak Sekretariat Panwaslu Kabupaten? Sementara di Siantar, mobiler dikelola sendiri sama Panwaslu Kecamatan.. Terimakasih Pak”.

Konfirmasi wartawan yang memuat sejumlah pertanyaan itu tak mendapat balasan dari Kepala Sekretariat Panwaslu (Bawaslu) Simalungun, Rikardo Turnip, meski pesan tersebut telah dibacanya.

Sementara Bendahara Panwaslu Kabupaten, Kristianto Sipayung, menanggapi konfirmasi wartawan dengan menulis “Ya, dlm RAB tidak ada spek. Terimakasih Pak”.

Lalu Hetanews.com kembali mempertegas pertanyaan yang belum dijawab, dengan mengirim pesan, “Jd soal dugaan kalau mobiler itu sudah dibeli dari pihak rekanan, namun dalam kontrak dibuat sistim sewa, bagaimana tanggapan Bapak?,”tanya wartawan.

Dan pertanyaan itu dijawabnya, “Mobiler milik Rekanan yg sewanya sudah habis Pak,”tulisnya juga melalui WA.

Selanjutnya wartawan mengajukan pertanyaan, “totalnya apa benar Rp1,2 M Pak, untuk pengadaan mobilernya?”.

Dan Kristianto Sipayung menjawabnya, “Tidak sebesar itu Pak, saya mau melayat dulu,”tulisnya mengakhiri konfirmasi.

Padahal sebelumnya, pengakuan Abun sebagai rekanan pengadaan mobiler itu, bahwa sesuai kontrak, mobiler tersebut mulai dipakai (dibayar) sejak bulan 11 tahun 2017 hingga 8 Agustus 2018 atau 9 bulan lamanya.

Baca juga: Ini Pengakuan Rekanan Pengada Mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun

Baca juga: Di Siantar, Mobiler Panwaslu Kecamatan Diadakan Sendiri, Kalau di Simalungun ‘Diintervensi’ Sekretariat Panwaslu Kabupaten..Hmmm!!!

Baca juga: Lagi Hebohnya Berita Pungli, Sekretaris Bawaslu Sumut Kabarnya Turun ke Bawaslu Simalungun, Dikonfirmasi Jawabnya Begini

Baca juga: Sikapi Pemberitaan Dugaan Pungli, Bawaslu Simalungun Panggil Semua Ketua Panwaslu Kecamatan

Dan soal anggaran mobiler tersebut? Abun mengatakan, bahwa sesuai rencana anggaran biaya (RAB), masing – masing Panwaslu Kecamatan (32 Kecamatan) sebesar Rp3,7 juta per bulan.

Sehingga kalau ditotal, lanjutnya, Rp3,7 juta dikali 32 Kecamatan, maka jumlah uang yang diterimanya melalui sistim transfer rekening, yaitu berkisar Rp118 juta per bulannya, belum dipotong pajak sebesar 10 persen.

Dan jika Rp118 juta dikali 9 yaitu sesuai masa pemakaian (sewa), maka total pengadaan mobiler itu sudah mencapai Rp1 miliar lebih.

Sementara pengakuan Bendahara Panwaslu Kabupaten, Kristianto Sipayung saat ditanya wartawan, “totalnya apa benar Rp1,2 M Pak, untuk pengadaan mobilernya? Dijawabnya “tidak sebesar itu”.   

Jenis mobiler yang dipakai Panwaslu Kecamatan di Simalungun, harga sewa per bulannya, seperti sewa laptop yaitu Rp400 ribu per bulannya sehingga dikali 3 (pemakaian tiga bulan), maka harganya sebesar Rp1.200.000. Dan kalau dikali 9 sesuai masa kontrak (sewa) maka harga sewa laptop jenis lenovo 14 inci per unitnya mencapai Rp3.600.000. Dan printer harga sewanya Rp200.000 per bulannya dan jika dikali 9, sesuai masa kontrak (sewa), maka harga sewanya sebesar Rp1.800.000. 

Dan Abun saat dikonfirmasi juga menganggap dirinya tidak ada masalah dalam pengadaan mobiler itu karena pengadaannya tidak fiktif. Namun saat disinggung kalau pihak Panwaslu Kecamatan merasa tidak dilibatkan dalam pengadaan mobiler itu, Abun mengatakan, bahwa itu bukan urusannya.

Dan termasuk soal kualitas mobiler yang juga dianggap tidak sesuai spek, Abun menegaskan, bahwa dalam RAB tidak disebutkan soal speknya.  

Saat dipertegas, berarti masa sewa mobiler itu sudah lewat karena saat ini sudah masuk bulan Oktober 2018, padahal batas kontrak sampai Agustus 2018, menanggapi itu, Abun  mengatakan, bahwa sebenarnya dia mau menarik semua mobiler itu, namun masing – masing Panwaslu Kecamatan katanya bermohon agar jangan ditarik dulu karena belum datang mobiler pengganti.

“Tapi per tengahan bulan sepuluh ini, saya pastikan akan menariknya,”ujarnya.            

Penulis: gun. Editor: gun.