HETANEWS

Pesan Keadilan Polentyno Girsang Saat Membacakan Pledoi

Siantar Hetanews.com- dr Polentyno Girsang kembali didakwa atas tuntutan pidana No.Reg. Perk. PDM 18/Psian/Elih.2/02/2018. Dirinya pun menyampaikan pledoi atau nota pembelaan yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Siantar, Selasa (2/10/2018). 

Dia menerima dakwaan dari JPU atas pelanggaran tindak pidana dengan pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ada tiga unsur-unsurnya.  Pertama setiap orang, kedua, dengan sengaja dan tanpa hak, dan yang ketiga, mendistribusikan dan atau pencemaran nama baik.

Dalam kesempatan pembacaan pledoi ini, Polentyno memohon diri untuk memberikan bantahan terhadap bukti yang telah disampaikan JPU sebagai dasar menyatakan dirinya sebagai terdakwa, telah terbukti salah secara sah.

Direktur pertama PT HIA yang berdiri pada 17 Maret 1997 ini, membeberkan jika selama ini ada perbuatan kebohongan dengan membuat otentik palsu, keterangan palsu, penipuan dan penzaliman atas keputusan RUPS, dengan merekayasa keputusan itu untuk menyingkirkan dirinya dari jabatan direktur dan kepengurusan PT HIA, dan mengkriminalisasi serta menjahtukan dirinya sampai menjalani hukuman penjara selama dua kali.

dr. Polentyno Girsang berbincang bincang kepada awak media sebelum menjalani persidangan di PN Siantar beberapa waktu lalu.

Dirinya sendiri mengaku sempat terluka dan pincang selama lebih dua minggu, saat terjadi kisruh dan penyanderaan serta pemukalan yang diakibatkan adanya dualisme kepemimpinan dipengurusan PT HIA, pada Maret sampai September 2008 silam, di RS Horas Insani.

Atas persoalan yang dibacakan lewat pledoi itu, dr Polentyno Girsang merasakan penderitaan, dizalimi, dibohongi, dicemarkan nama baiknya, serta mengalami pembunuhan karakter yang dialaminya di PT HIA, juga kehilangan haknya sesuai undang-undang perseroan selama 15 tahun lebih, serta kerugian material yang amat besar.

Kepada Majelis Hakim, JPU serta Pengacara, dr Polentyno Girsang mengatakan bahwa pernyataan yang dituduhkan kepadanya tidak benar sama sekali, karena pasal-pasal hukum, undang-undang perseroan mengatur dengan jelas hak-haknya sebagai pemegang saham di PT HIA mulai tahun 2003, 2007 hingga saat ini.

Terakhir, dr Polentyno Girsang menyatakan kepada Majelis Hakim, menolak seluruhnya pernyataan JPU yang telah menyatakan sudah terbukti secara sah bersalah, namun pada kenyataannya itu tidak benar. 

Sebagai penutup pledoi yang dibacakan, dr Polentyno meminta izin kepada Majelis Hakim untuk menghanturkan ayat dari Alkitab ; Filipi 4:13: "Segala Perkara dapat Kutanggung dan di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku," ucap Polentyno Girsang dihadapan Majelis Hakim dan JPU.

Usai mendengarkan pledoi, Hakim Ketua menjadwalkan sidang selanjutnya pada tanggal 16 Oktober 2018. JPU dipersilahkan memberikan jawaban atas  pledoi tersebut.

Penulis: gee. Editor: edo.