HETANEWS

Mahasiswa Cipayung Kota Medan Tuntut SKB 2 Menteri Dicabut

Aksi unjukrasa Mahasiswa Cipayung Kota Medan di depan Kantor Gubernur Sumut, Selasa (2/10/2018). (foto/david)

Medan, hetanews.com - Menyikapi tragedi penyegelan dan penutupan tiga gereja di Kota Jambi serta tragedi gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, Kelompok Organisasi Cipayung Kota Medan melakukan aksi solidaritas untuk Indonesia yang bermartabat di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Pangeran Diponegoro No. 30, Selasa (2/10/2018).

Massa aksi berasal dari Organisasi GMNI Medan, PMII Medan, GMKI Medan dan PMKRI Medan. Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti absennya Pemerintah dalam menjalankan amanah UUD 1945 Pasal 28 dan 29 bahwa "Kebebasan memeluk agama dan beribadah menurut agamanya" dan "Negara menjamin kemerdekaan memeluk dan beribadah menurut agamanya".

Karena itu, Kelompok Cipayung Kota Medan menyatakan: Cabut SKB 2 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Agama (Menag) tentang Perijinan Rumah Ibadat, Cabut segel terhadap tiga gereja di Jambi, Permudah perijinan terhadap pembangunan rumah ibadah semua agama, Meminta Pemerintah tegas melindungi hak setiap warga Negara dalam beribadah, Menyerukan elit politik agar tidak menggunakan isu SARA dalam kampanye politik, Meminta Pemerintah cepat tanggap memberi bantuan kepada korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. 

Tampak Staff Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, E. Marbun menemui pengunjukrasa dan mengajak mengheningkan cipta untuk korban bencana gempa dan tsunami di Sulteng. 

Menanggapi tragedi penutupan tiga gereja di Jambi, Marbun menyebut bila Pemprovsu tidak dapat berbuat banyak karena semua kebijakan ada pada Pemprov Jambi. Namun demikian Pemprovsu akan mencoba berkordinasi agar dapat saling mengingatkan amanah UUD 1945.

Ketua GMNI Kota Medan, Maman Silaban menyayangkan ketidakhadiran Gubernur maupun Wakil Gubernur Sumut untuk menanggapi aspirasi mereka.

''Kami minta Pak Gubernur atau Pak Wakil Gubernur untuk turun mendengarkan aspirasi kami. Tadi Pak Wakil Gubernur sudah di sini kenapa tidak menemui massa aksi? Kami mau Gubernur Sumut dapat menunjukan sikap prihatinnya terhadap kebebasan beragama di Jambi," ujar Maman Silaban.

Penulis: david. Editor: anto.