HETANEWS

Ini Pengakuan Rekanan Pengada Mobiler Panwaslu Kecamatan di Simalungun

Siantar,hetanews.com- Pengadaan topi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) saat Pilgubsu 2018 kemarin masih misterius.

Karena mantan komisioner Panwaslu Kabupaten Simalungun mengaku tidak tahu soal pengadaannya, bahkan  lihat fisik topi itu juga tidak pernah.

Sehingga tak heran, jika mereka juga tidak tau terkait kabar buruk lainnya soal topi itu, yang dijual seharga Rp25 ribu per topinya bagi para PTPS.

Dan Selasa siang (2/10/2018) tadi, Hetanews.com coba menelusuri soal pengadaan mobiler yang dipakai pihak Panwaslu Kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Ternyata, rekanan yang menyediakan mobiler tersebut yaitu CV Gabe Indo Perkasa, dimana penaggungjawabnya bernama Abun yang berhasil dikonfirmasi wartawan, di lokasi usahanya, Asia Komputer, jalan Kartini Siantar.

Abun yang ditanyai soal mobiler itu, tidak mengelak dan mengaku sebagai pengada mobiler dengan sistim sewa tersebut.

Dijelaskannya, bahwa dia melakukan kontrak dengan pihak Panwaslu Kabupaten Simalungun, dalam hal ini Kepala Sekretariat Panwaslu (Bawaslu) Kabupaten Simalungun, Rikardo Turnip.

Sesuai kontrak katanya, bahwa mobilernya mulai dipakai (dibayar) sejak bulan 11 tahun 2017 hingga 8 Agustus 2018 atau 9 bulan lamanya.

Saat ditanya, bagaimana soal anggaran mobiler tersebut? Abun dengan santai mengatakan, bahwa sesuai rencana anggaran biaya (RAB), masing – masing Panwaslu Kecamatan sebesar Rp3,7 juta per bulannya.

Sehingga kalau ditotal, lanjutnya, Rp3,7 juta dikali 32 Kecamatan, maka jumlah uang yang diterimanya melalui sistim transfer rekening, yaitu berkisar Rp118 juta per bulannya, belum dipotong pajak sebesar 10 persen.

Sedangkan mobiler yang dimaksud, diantaranya, 2 unit laptop, 1 printer, 7 meja kerja, 13 kursi rapat (sudah termasuk kursi kerja), 1 meja rapat, kursi tamu, dan termasuk lemari arsip.

Dan kembali ditanya, bagaimana bisa dipercayai sebagai rekanan oleh pihak Panwaslu Kabupaten, apa tidak ada saingan waktu itu? Abun menjawab kalau dulunya ada rekanan saingan, namun karena sistim sewa, maka rekanan tersebut mundur.

Dia juga memberitahu kalau sudah pernah juga mengadakan sistim sewa mobiler seperti itu.

Abun pun menganggap dirinya tidak ada masalah dalam pengadaan mobiler itu karena pengadaannya tidak fiktif. Namun saat disinggung kalau pihak Panwaslu Kecamatan merasa tidak dilibatkan dalam pengadaan mobiler itu, Abun mengatakan bahwa itu bukan urusannya.

Dan termasuk soal kualitas mobiler yang juga dianggap tidak sesuai spek, Abun menegaskan, bahwa dalam RAB tidak disebutkan soal speknya.   

Baca juga: Terkait Dugaan Pungli, Warga Minta Ketua Bawaslu Simalungun Tegas Menyikapinya

Baca juga: Sikapi Pemberitaan Dugaan Pungli, Bawaslu Simalungun Panggil Semua Ketua Panwaslu Kecamatan

Saat dipertegas, berarti masa sewa mobiler itu sudah lewat karena saat ini sudah masuk bulan Oktober 2018, padahal batas kontrak sampai Agustus 2018, menanggapi itu, Abun  mengatakan, bahwa sebenarnya dia mau menarik semua mobiler itu, namun masing – masing Panwaslu Kecamatan katanya bermohon agar jangan ditarik dulu karena belum datang mobiler pengganti.

“Tapi per tengahan bulan sepuluh ini, saya pastikan akan menariknya,”ujarnya.            

Terpisah, menanggapi apa yang dikatakan Abun, sumber Hetanews.com dari pihak Panwaslu Kecamatan, mengatakan, bahwa laptop diserahkan serentak tanggal 23 Desember 2017 di kantor sementara Panwaslu (Bawaslu) Simalungun. Sedangkan mobiler seperti kursi dan meja dan lainnya diantar ke Kecamatan mulai 5 Januari 2018.

Bahkan menurut sumber yang minta namanya dirahasiakan ini, kalau pengadaan mobiler itu layak diusut karena beraroma konspirasi busuk. “Kita tidak tau, kapan pula pengadaan mobiler yang anggarannya sampai Rp1,2 miliar itu ditenderkan dan kualitas mobiler itu sangat layak dipertanyakan. Kalau dihitung – hitung dengan kualitasnya, mobiler itu sudah tidak layak lagi istilah sewa,”ujarnya, kepada Hetanews.com via ponsel, Selasa (2/10/2018) malam.                     

Saat diminta contoh dan harga sewa masing-masing mobiler, sumber berjanji akan menyerahkannya besok.             

    

Penulis: gun. Editor: gun.