HETANEWS

Dugaan Korupsi Dana Bansos, Pemkab Sergai Mulai Lakukan Hal Ini

Konferensi pers Kadis Kominfo Sergai Ikhsan dengan sejumlah awak media. (istimewa)

Sergai, hetanews.com – Pemkab Serdang Bedagai buka suara terkait pengakuan Joko Suriadi, ASN dilingkungan Pemkab itu sendiri ke Hotman Paris Hutapea tentang dugaan penyelewengan dana bansos yang dikorupsi berjamaah oleh pejabat dan DPRD Pemkab.

Bupati Sergai Ir H Soekirman melalui Kadis Kominfo H Ikhsan AP, kepada sejumlah awak media, Senin (1/10), membenarkan bahwa Joko Suriadi merupakan ASN di lingkungan Pemkab Sergai yang bertugas sejak tahun 2007 hingga saat ini.

“Saat ini beliau ditempatkan sebagai staf di Kelurahan Melati Kecamatan Perbaungan, sedangkan kehadiran Joko ke Jakarta tidak dalam kedinasan tetapi secara pribadi begitu juga dengan laporan yang disampaikannya (ke Hotman Paris) tidak berhubungan dengan kedinasan,” ujarnya di ruang rapat Tengku Rizal Nurdin.

Namun terlepas dari benar atau tidaknya laporan yang disampaikan, Pemkab Sergai tetap menghormati proses - proses hukum yang terjadi, katanya.

“Oleh karena itu kami tetap menunggu bagaimana hasil selanjutnya. Karena masalah ini berkaitan dengan hukum maka kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” ungkap Ikhsan.

Berkaitan dengan ini juga, Ikhsan mengaku Pemkab sudah melakukan pengecekan kembali berkas-berkas yang ada karena menyangkut kondisi yang cukup lama sekitar tahun 2008-2009.

"Tadi pagi dalam rapat langsung dipimpin Pak Wabup (Darma) memerintahkan Inspektorat dan PPKAD untuk menelusuri kembali terhadap pemberkasan dan mencari bukti yang bisa terkait dengan hal ini", tambahnya.

Diberitakan sebelumnya sebagaimana disadur dari medan.tribunnews.com, ada tiga video yang diunggah Hotman di akun Instagram @hotmanparisofficial pada Sabtu (29/9/2018), menampilkan ASN/PNS Pemkab Serdangbedagai Joko Suriadi mengadukan dugaan penyelewengan dana bansos untuk oleh pejabat dan DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

Joko menjumpai Hotman Paris karena dia menerima intimidasi dari pejabat.

Pria berkacamata yang saat itu memakai baju berwarna putih mengatakan bahwa, puluhan miliar dana Bansos dipakai oknum pejabat untuk membayar oknum aparat hukum.

Dikatakan, untuk membuat oknum aparat diam, pejabat memberikan hadiah berupa motor Harley Davidson.

Dalam video yang telah diunggah oleh Hotman Paris, terdengar percakapan antara mereka berdua membahas, tentang penyelewengan dana bansos Kabupaten Serdang Bedagai

Hotman: "Saudara Joko Suriadi, staf Bansos Kantor Bupati Serdang Bedagai. Kamu mengatakan ada puluhan miliar uang bansos yang dipakai untuk membayar oknum pejabat DPRD dan BPK di daerah Serdang Bedagai." 
"Anda mengatakan bahwa, untuk membuat aparat diam, sampai dibelikan motor Harley Davidson. Dibagi ke aparat seperti itu?"

Joko Suriadi: ''Mereka (oknum pejabat) yang memberikan, Pak. Bukan saya."

Hotman: "Iya, oknum pejabat dari kantor bupati sedang bedagai, membeli motor Harley Davidson kepada oknum aparat penegak hukum agar kasus ini didiamkan. Benar, ya?"

Joko: "Benar, Pak. Informasinya seperti itu."

Hotman: "Informasinya seperti itu. Karena banyak uang Bansos Pemda Serdang Bedagai sudah habis dibagi-bagi kepada oknum pejabat ya? Kau siap membela ya?"

Joko Suriadi menjumpai Hotman Paris dengan membawa serta bukti-bukti dugaan penyelewengan dan Bansos Pemkab Serdang Bedagai.

Yakni, berupa dokumen pengesahan APBD, dokumen terkait biaya pilkada, dan catatan untuk kepala dinas dan juga camat di Kabupaten Serdang Bedagai.

Hotman Paris: "Joko Suriadi membawa bukti-bukti. Ini untuk membayar oknum pejabat mana ini?"

Hotman: "Biaya pilkada, memakai semua uang bansos. Terus mana uang ketok palu untuk DPRD?"

Joko: "Ini, Pak."

Hotman: "Semua pakai uang bansos ini? Terus?"

Joko: "Ini ada catatan lain, Pak. Untuk kepala dinas ada, camat-camat juga, Pak."

Hotman: "Kepala dinas juga banyak kebagian semuanya? Oknum Camat juga dapat? Waduh ini benar-benar sudah parah!

Penulis: sutrisno. Editor: bt.