HETANEWS.COM

Polrestabes Medan Tangkap DPO Bandar Narkoba Sumut di Jakarta

Iptu Rahmat Arie Wibowo didampingi Ipda Tono Lisdianto STK MH menggiring tersangka Zakir Husein setelah tiba di Bandara KNIA untuk selanjutnya diboyong ke Mapolrestabes Medan. (foto/tim)

Medan, hetanews.com - Petugas Unit III Satnarkoba Polrestabes Medan yang dipimpin Panit Ipda. Tono Lisdianto, STK., MH., berhasil mengamankan tersangka Zakir Husein (47), terduga bandar besar narkoba di Jakarta Pusat. 

Warga Jalan Pelaminan 1/2 No24, Kecamatan Medan Tuntungan/Jalan T Cik Ditiro No. 2A Blk, Kelurahan Matras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan itu ditangkap berdasarkan laporan polisi No: LP/750/VIII/2018/RES.NKB Restabes MEDAN tanggal 29 Agustus 2018 dan Daftar Pencarian Orang No: DPO/397/VIII/RES.4.2/2018/Resnarkoba tanggal 29 Agustus 2018, terkait Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Penangkapan tersangka setelah tim khusus Satnarkoba Polrestabes Medan yang melakukan penyelidikan selama beberapa bulan belakangan mendapat informasi keberadaan Zakir di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Petugas pun menuju lokasi dan langsung mengamankan tersangka di Jalan Angkasa Dalam 1 RT 10 Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Kemayoran Selatan Jakarta Pusat, Sabtu (29/9) sekitar pukul 18:00 WIB.

Diketahui, dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti satu paspor, satu buku tabungan Bank Mandiri, 1 kartu ATM Bank Mandiri, 1 kartu ATM Bank BRI, 1 KTP, 1 kartu pajak, 1 kartu anggota salah satu OKP, 10 unit telepon genggam dan 1 tas coklat. 

Kepada petugas tersangka mengakui sekitar Januari 2018 ada dua anggotanya bernama F dan A ditangkap personel Satnarkoba Polrestabes Medan dengan barang bukti setengah kilogram sabu milik tersangka. Selain itu, Zakir juga mengaku telah menyuruh istrinya M dan sopirnya Zul mengantar narkotika jenis sabu seberat setengah ons miliknya pada 29 Agustus 2018.

Tersangka mengaku sabu tersebut diperoleh dari Am (45), warga Samalengah, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Sabu tersebut diantarkan Iq (35), warga Samalengah, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh kepada M dan Zul. Tersangka juga menyebutkan sabu miliknya saat ini masih ada sekira 3,5 ons dan sedang berada di tangan He (40), warga Jalan Starban Gang Bilal, Medan. 

Diakui juga, sabu miliknya dijual di wilayah Kota Medan, meliputi di kawasan Kampung Kubur, Mencirim dan Polonia. Bisnis haram tersebut sudah dilakukan tersangka sejak tahun 2009.

Diketahui juga, tersangka yang merupakan DPO kasus Narkoba paling dicari di Sumut itu merupakan residivis kasus yang sama. Tercatat sudah empat kali ditahan terkait kasus narkoba antara lain, tahun 2000 ditangkap dengan barangbukti ganja dan dihukum selama 8 bulan, tahun 2002 ditangkap dengan barang bukti sabu 3 gram dan di hukum penjara 4 tahun 3 bulan, tahun 2005 ditangkap dengan barang bukti ganja dan dihukum 1,5 tahun, kemudian ditangkap tahun 2006 bersama tersangka lain anak AT dengan barang bukti setengah ons sabu dan dihukum 1,5 tahun.

Saat ini tersangka dan barang bukti sedang dibawa dari Jakarta menuju ke Medan, untuk selanjutnya menjalani proses hukum di Mapolrestabes Medan. Ketika berita ini tayang, hetanews.com sedang menunggu konfirmasi dari Polrestabes Medan dan Polda Sumut.

Penulis: tim. Editor: anto.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan