HETANEWS

Dugaan Korupsi Bansos Dilapor ke Hotman Paris, Wabup Sergai dan Eks Kepala Inspektorat Bilang Gini

ASN Pemkab Sergai Joko Suriadi dan Hotman Paris Hutapea (foto/tribunmedan)

Serdang Bedagai, hetanews.com - Wakil Bupati, Darma Wijaya tidak bersedia berkomentar banyak menanggapi apa yang dilakukan oleh Joko Suriadi, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Serdangbedagai (Sergai).

Joko merupakan mantan bendahara pengeluaran Bantuan Sosial (Bansos) yang kini sudah siap untuk menjadi Justice Collaborator membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ataupun Kejaksaan membongkar dugaan korupsi massal dana Bansos yang dilakukan Pemkab.

"Masalahnya saya tidak tahu karena saya menjabat Wakil Bupati (mulai) tahun 2016," ujar Darma Wijaya melalui pesan WhatsApp Minggu, (30/9/2018).

Pria yang akrab disapa Wiwik ini juga sempat membantah kalau disebut Joko pernah menjadi ajudannya. Ia tidak bersedia mengomentari informasi tentang informasi bahwasanya Joko Suriadi pernah beberapa bulan menjadi sopir pribadinya.

Camat Sei Bamban, Jarmen Sijabat yang ditanyai mengaku kenal dengan sosok Joko.

Disebut kalau Joko pernah menjadi stafnya ketika dirinya menjadi Camat Silinda. Ia membenarkan kalau Joko memang sudah bolak-balik pindah tugas.

"Si Joko ini memang jarang masuk kantor dia. Saya tugas di Silinda dia sudah di situ. Waktu saya Camat Silinda dia pindah untuk diperbantukan ke Korpri. Udah gitu pernah juga dia itu jadi sopir pak Wakil Bupati. Ya itulah memang jarang masuk kantor lah pokoknya dia," kata Jarmen.

Kabag Hukum Pemkab Sergai, Basyaruddin menilai baru kali ini ada ASN yang berani mengadukan Pemerintahannya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apa saja materi yang dilaporkan oleh Joko ke Hotman Paris hingga kemudian ditindaklanjuti KPK. Ia heran apa motivasi Joko melakukan ini semua.

"Ya tanda tanya juga kita karena baru kali ini ada ASN seperti ini. Sayapun enggak bisa jawab karena ini kan masih dari medsos saja. Enggak jelas tahun berapa bansos yang disebutnya bermasalah itu. Enggak tahu juga kita cerita jelasnya gimana. Infonya tahun 2009 tahun 2010 dia itu jabat sebagai bendahara. Ya di tahun itu saya belum menjabat lah," kata Basyaruddin.

Eks Inspektorat Sergai Bungkam

Kepala Inspektorat Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara Ok Henry memilih bungkam terkait dengan dugaan penyelewengan dana bansos di Kabupaten Serdanga Bedagai.

Diketahui pada saat penyelewangan dana bansos terjadi dirinya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai.

Dirinya juga mengatakan belum mau memberikan keterangan saat wartawan menghubunginya melalui sambungan telepon.

"Ketemu aja besok," kata Ok Hendry seraya menimpali dia gak mau diwawancara melalui telepon saat dihubungi awak media, Sabtu (29/9/2018).

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumut Agus Tripriyono, tak merespon panggilan begitu juga pesan singkat yang dikirim.

Agus Tripriyono juga merupakan mantan Kepala BPKAD Kabupaten Serdang Bedagai. Informasi yang diperoleh, Joko Suriadi ASN yang membuat laporan kepada Hotman Paris, adalah mantan anak buah Agus Tripriyono di BPKAD Kabupaten Serdang Bedagai.

Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Sumut dalam pansus Aset Daerah, Brilian Mochtar mengatakan, bahwa Agus Tripriyono merupakan pemain lama, dan dirinya menganggap ia bukan lah orang baik.

"Ini orangnya pinter, dia bekas orang BPKP. Pas rapat dengan BPKP pusat saya katakan dengan dia, bang dulu Agus orang BPKP yang jalankan peraturan dan dia sering ditipu orang. Yang nipu dia itulah orang-orang biro keuangan dan aset daerah. Sekarang giliran dia lah bang, menipu Abang, karena dia sudah jadi orang di daerah," ujar Brilian Mochtar pada wawancara beberapa waktu lalu di saat gelar rapat Paripurna, Gedung DPRD, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan

Diketahui, Joko Suriadi mengadukan dugaan penyelewengan dana bansos dikorupsi berjamaah oleh pejabat dan DPRD Kabupaten Serdang Bedagai ke Hotman Paris Hutapea.

Ada tiga video yang diunggah Hotman di akun Instagram @hotmanparisofficial pada Sabtu (29/9/2018), menampilkan ASN/PNS Pemkab Serdangbedagai Joko Suriadi mengadukan dugaan penyelewengan dana bansos untuk oleh pejabat dan DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

Joko menjumpai Hotman Paris karena dia menerima intimidasi dari pejabat.

Pria berkacamata yang saat itu memakai baju berwarna putih mengatakan bahwa, puluhan miliar dana Bansos dipakai oknum pejabat untuk membayar oknum aparat hukum.

Dikatakan, untuk membuat oknum aparat diam, pejabat memberikan hadiah berupa motor Harley Davidson.

Dalam video yang telah diunggah oleh Hotman Paris, terdengar percakapan antara mereka berdua membahas, tentang penyelewengan dana bansos Kabupaten Serdang Bedagai

Hotman: "Saudara Joko Suriadi, staf Bansos Kantor Bupati Serdang Bedagai. Kamu mengatakan ada puluhan miliar uang bansos yang dipakai untuk membayar oknum pejabat DPRD dan BPK di daerah Serdang Bedagai." 
"Anda mengatakan bahwa, untuk membuat aparat diam, sampai dibelikan motor Harley Davidson. Dibagi ke aparat seperti itu?"

Joko Suriadi: ''Mereka (oknum pejabat) yang memberikan, Pak. Bukan saya."

Hotman: "Iya, oknum pejabat dari kantor bupati sedang bedagai, membeli motor Harley Davidson kepada oknum aparat penegak hukum agar kasus ini didiamkan. Benar, ya?"

Joko: "Benar, Pak. Informasinya seperti itu."

Hotman: "Informasinya seperti itu. Karena banyak uang Bansos Pemda Serdang Bedagai sudah habis dibagi-bagi kepada oknum pejabat ya? Kau siap membela ya?"

Joko Suriadi menjumpai Hotman Paris dengan membawa serta bukti-bukti dugaan penyelewengan dan Bansos Pemkab Serdang Bedagai.

Yakni, berupa dokumen pengesahan APBD, dokumen terkait biaya pilkada, dan catatan untuk kepala dinas dan juga camat di Kabupaten Serdang Bedagai.

Hotman Paris: "Joko Suriadi membawa bukti-bukti. Ini untuk membayar oknum pejabat mana ini?"

Hotman: "Biaya pilkada, memakai semua uang bansos. Terus mana uang ketok palu untuk DPRD?"

Joko: "Ini, Pak."

Hotman: "Semua pakai uang bansos ini? Terus?"

Joko: "Ini ada catatan lain, Pak. Untuk kepala dinas ada, camat-camat juga, Pak."

Hotman: "Kepala dinas juga banyak kebagian semuanya? Oknum Camat juga dapat? Waduh ini benar-benar sudah parah!"

sumber: medan.tribunnews.com

Editor: bt.