Samosir, hetanews.com- Terkait ijin berlayar kapal Fery Tao Toba I dan II telah mati melalui media online, membuat ketua dan DPRD Samosir, Rismawati, angkat bicara.

Dikatakan ketua DPRD, bahwa berdasarkan peraturan yang berlaku, maka semua izin yang terkait untuk kapal tersebut, merupakan wewenang pihak Provinsi Sumatera Utara.

Hal ini disebabkan kriteria kapal tersebut yang jelas memiliki bobot di atas 7 GT (Gross Ton), dan jalur pelayaran yang dilayani kapal tersebut lintas kabupaten, di atas danau yang merupakan wewenang provinsi.

Maka jelas, ini merupakan urusan yang harus diselesaikan antara perusahaan operator kapal penyeberangan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, katanya. 

Disisi lain, berdasarkan peraturan yang berlaku, semua izin harus dimiliki kapal tersebut sebelum menerima Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan boleh berlayar.

Dalam ruang tunggu penumpang kapak ini juga dipenuhi dinding atau bodi kapal yang  bolong - bolong yang dikawatirkan menggangu kenyaman penumpang di dalamnya. (foto/stm)

Permasalahannya adalah yang mengeluarkan SPB untuk kapal penyeberangan dengan kriteria tersebut adalah Syahbandar yang menanggung jawabi Kawasan Danau Toba. Namun Syahbandar yang dimaksud hingga saat ini belum ada. Tentunya ini sudah masalah kebijakan kawasan yang bukan merupakan kompetensi Kabupaten Samosir, melainkan kompetensi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, tegasnya, Sabtu (29/9/2018).

Baca juga: Berlayar Tanpa Ijin, KM Tao Toba 1 dan 2 Kangkangi Dishub

Berdasarkan informasi yang dihimpun Hetanews.com di lapangan, dimana kapal Fery KMP Tao Toba I dan II, yang melayani jasa penyeberangan di pelabuhan Tomok   Samosir – Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, kini berlayar tanpa SPB dari Syahbandar atau petugas keselamatan pelayaran.

Ketika dikonfirmasi, petugas keselamatan pelayaran Pos Pelabuhan Tomok dari Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Ridwan Manalu, membenarkan hal itu kepada awak media. Bahwa saya tidak pernah lagi menandatangani SPB mereka, akunya.

Saya tidk mau mengbil resiko jika nanti ada hal - hal yang tidak diinginkan ketika Kapal Fery ini berlayar di tengah-tengah peraian air Danau Toba, ungkapnya tegas.