HETANEWS.COM

Kasat Reskrim: Laporan YPS Terhadap DS Dapat Gugur, Surat ke Gubernur Dipending!

YPS dan DS.

Siantar, hetanews.com- Belum tampak ada kejelas dari laporan salah seorang anggota DPRD Siantar dari Komisi 1 YPS, yang melaporkan kepada kepolisian rekannya sesama anggota DPRD Siantar dari Komisi 3 DS, menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat Siantar, sejauh mana tindak lanjut dari kasus tersebut.  

Berdasarkan hal tersebut, wartawan mencoba menanyakan hal itu kepada Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Siantar Jarosman Sinaga, Selasa (10/02). Dari wawancara hetanews kepada Jarosman, dia mengatakan jika Polres Siantar belum mengirimkan surat kepada Gubernur dengan alasan Polres belum memiliki cukup bukti untuk menetapkan DS sebagai tersangka.

"Kita belum mengirimkan surat itu ke Gubernur, karena kita masih mengumpulkan bukti-bukti tentang laporan itu, karena itu surat kita pending sementara," kata Jarosman ketika ditemui wartawan, di kantornya, Selasa (10/02).

Selain masih kurangnya bukti-bukti, kata Jarosman, ada 1 orang saksi yang masih belum dimintai keterangannya terkait kasus tersebut, namun ketika ditanya siapa saksi tersebut, Jarosman enggan menyebutkannya.

"Selain kita kurang bukti-bukti ada satu saksi lagi yang belum kita mintai keterangan, dikarenakan kesibukan dari saksi tersebut, adalah saksi yang mengetahui tentang perilaku DS sehari-hari," katanya menyembunyikan identitas saksi.

Namun kata Jarosman, DS juga sudah diperiksa oleh pihak kepolisian namun tidak sebagai tersangka hanya sebagai saksi, dan beberapa anggota DPRD yang mengetahui laporan tersebut juga sudah diperiksa oleh Kepolisian. "Seluruh anggota DPRD Siantar yang mengetahui kejadian itu sudah kita periksa bahkan DS juga sudah kita periksa tapi sebagai saksi yah," katanya.

Menurut Jarosman, laporan YPS dapat saja gugur jika bukti-bukti tidak cukup untuk menguatkan laporan dari YPS yakni dugaan pemerkosaan. "Bisa saja kasus ini berhenti kalo bukti-bukti tidak cukup, makanya kita harus mengumpulkan bukti-bukti yang cukup dulu sebelum kita mengirimkan surat ke Gubernur," katanya menjelaskan keterlambatan pengajuan surat ke Gubernur.

Selain itu Jarosman juga menjelaskan kepada wartawan prosedur sebelum surat di kirimkan ke Gubernur. "Prosedurnya kan gini, kita kumpulkan dulu bukti-bukti yang cukup sekaligus keterangan saksi, nah kalo sudah cukup kita mengirimkan surat ke Poldasu kemudian Poldasu yang mengirim surat ke Gubernur," kata Jarosman menjelaskan.

Penulis: tom. Editor: ebp.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan