HETANEWS

Pemkab Sergai dan KPK Gelar Rakor

Suasana rakor antara Pemkab Sergai dengan KPK, di Aula Rizal Nurdin. (foto/sutrisno)

Sergai,hetanews.com- Ini adalah tahun ke 3, kita bersama melakukan rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi. Dalam rangka pelaksanaan strategi nasional pencegahan korupsi, ada namanya Tim Nasional Pencegahan Korupsi.

Sekarang penerapan aplikasi dipergunakan 548 provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Hal ini dikatakan Azril Zah yang juga Tim Satgas I KPK wilayah Sumut, Jumat (28/9/2018), di Aula T Rizal Nurdin, komplek Kantor Bupati Sergai, di Sei Rampah, saat menghadiri rakor pencapaian rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi.

Di katakanya lagi, aset daerah yang kebanyakan menjadi ganjalan peraihan opini WTP.

Bahwa dengan pengelolaan aset yang baik akan menjadi nilai tambah bagi daerah. Koordinasi, supervisi, monitoring, pencegahan dan penindakan adalah tugas KPK. Yang menjadi target KPK adalah indeks persepsi korupsi bahwa penindakan tetap jalan, namun dari sisi pencegahan KPK membenahi sistem, kata Azril.

Bupati Sergai, diwakili Wabup, H Darma Wijaya,  mengatakan, Korsupgah Terintegrasi KPK RI di tahun 2018 memberikan sejumlah program rencana aksi kepada pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Sumut yang difokuskan pada perbaikan 3 sektor utama, yaitu, perencanaan APBD, pengadaan barang dan jasa (PBJ) dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

Diluar ketiga sektor tersebut, lanjut Darma Wijaya, bahwa KPK juga melihat ada beberapa hal lain yang juga perlu dibenahi diantaranya penguatan peran aparat pengawasan internal Pemerintah (APIP/Inspektorat), penerapan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu juga termasuk pengelolaan keuangan desa dan pengelolaan barang milik daerah, ungkap Wabup.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.