Wed 17 Oct 2018

Pembunuhan Satu Marga di Samosir, Istri Akner Bersujud agar Jangan Dibunuh Jauba Sinaga

Suasana rekonstruksi pembunuhan dimana Hetdi br Tampubolon tampak bersujud di depan tersangka Jauba Sinaga. (foto/mar)

Samosir, hetanews.com- Adegan per adegan sangat jelas diperagakan saat digelar rekonstruksi pembunuhan sadis yang dialami Akner Rumapea (65) oleh pihak Polres Samosir, Rabu (26/9/2018) siang.

Seperti pada adegan ke – 8, ternyata nyawa istri Akner Rumapea, Hetdi br Tampubolon juga terancam mau dibunuh, bahkan dia harus bersujud meminta tolong agar jangan dibunuh oleh tersangka Jauba Sinaga.   

Pada saat tersangka Monang Sitohang lagi mengejar korban Akner Rumapea, rupanya pada saat bersamaan, tersangka Jauba juga mengejar saksi Hetdi br Tampubolon, sambil membawa sebilah parang dengan cara menyeret parang tersebut. 

Setelah saksi Hetdi dikejar oleh tersangka Jauba, kemudian dia berhasil menangkap Hetdi dan langsung terjatuh dengan posisi tersangka Jauba menindi saksi Hetdi. Dan parang yang dipegang tersangka Jauba, terlepas di dekat tersangka, tepatnya di sebelah kanannya.

Kemudian tersangka Jauba kembali mengambil parang tersebut dengan menggunakan tangan sebelah kiri yang mana tangan sebelah kanannya memegang kedua tangan saksi Hetdi.

Dan pada saat tersangka Jauba,  mengamblil parang tersebut, saksi Hetdi langsung menangkap parang tersebut dengan menggunakan kedua tangannya.

Kemudian tangan sebelah kiri tersangka Jauba langsung mencekik leher saksi Hetdi dan tangan sebelah kanannya memegang parang tersebut. 

Pada saat tersangka Jauba, masih mencekik leher saksi Hetdi, tersangka Monang Sitohang, sudah berada di belakang tersangka Jauba.  Kemudian tersangka Monang berkata kepada Jauba  "Lepaskan lah tangannya itu Tulang (tersangka Jauba) sudah kumatikan si Akner". Kemudian tersangka Jauba menumbuk tangan sebelah kiri dari saksi Hetdi dengan menggunakan tangan sebelah kanannya. 

Baca juga: Pembunuhan Satu Marga di Samosir hanya karena Kemiri dan Daun Sirih

Baca juga: Polres Samosir Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Satu Marga, 13 Adegan Diperagakan

Kemudian saksi Hetdi tetap melawan tersangka Jauba alias Pak Paersaulian. Kemudian tersangka Jauba melepaskan cekikan dari leher saksi Hetdi.

Kemudian tersangka Jauba berteriak "Datanglah kau anaknya Pak Lasron" (maksudnya adalah saksi Gosner Rumapea). Kemudian saksi Hetdi berkata kepada tersangka Jauba "Lepaskan lah parang ini".

Kemudian tersangka Jauba menjawab "Kaunya yang memegang parang, kau lepaskan lah duluan". Kemudian saksi Hetdi melepaskan parang tersebut. 

Setelah parang terlepas dari saksi Hetdi, dia langsung bersujud di hadapan tersangka Jauba, sambil berkata "Sama kalian pun semua tanah itu, asal jangan kau bunuh aku". Kemudian saksi Hetdi langsung berlari ke atas, menuju pembuatan batu bata  sambil berteriak "Sudah dimatikan kami, sudah dimatikan kami". 

 

Penulis: tim. Editor: gun.