HETANEWS

Proyek Pengaspalan Kantor Pusat PDAM Tirtanadi, Dewas: Harus Sesuai Perpres

Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Sumut. (foto/google)

Medan, hetanews.com - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sumatera Utara diingatkan untuk melaksanakan tender proyek yang sesuai dengan eraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirtanadi, H. Farianda Putra Sinik, SE., menyikapi proyek pengaspalan halaman Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Medan.

"Saya sudah tanyakan langsung dengan Dirut (PDAM Tirtanadi, red) soal proyek pengaspalan ini. Dan langsung direspon Dirut dengan memangil Kadiv Umum untuk mempertanyakan masalah itu. Kami (Dewas) juga mengingatkan Dirut agar tender-tender proyek ini harus sesuai dengan Perpres," ucap Farianda Sinik pada penyampaian program kerja Dewas PDAM Tirtanadi di Aula Lantai IV Kantor Pusat PDAM Tirtanadi, belum lama ini.

Farianda Sinik menambahkan, dari informasi yang diterima, pekerjaan pengaspalan halaman Kanto Pusat PDAM Tirtanadi memiliki kejanggalan. Dimana pekerjaan di satu lokasi dilaksanakan oleh dua pihak secara bersamaan. 

"Ini yang diminta Dirut untuk dicaritahu apakah dibenarkan atau tidak. Apakah disengaja untuk menghindari tender? Termasuk pekerjaan yang disebut-sebut tidak sesuai dengan speksifikasi," jelasnya.

Perencanaan dan pagu proyek pengaspalan halaman Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Sumut di Jalan SM Raja Medan yang diindikasi kuat melanggar Perpres No. 16 Tahun 2018. (foto/dokumentasi) 

Perlu diketahui, pekerjaan pengaspalan ini dilaksanakan di halaman depan dan belakang Kantor Pusat PDAM Tirtanadi oleh CV Gumita Rizky dan CV Sarana Mandiri. Dari data yang dihimpun hetanews.com, masing-masing pengerjaan menganggarkan biaya sebesar Rp317.954.500 dan Rp377.597.500.

Sementara, dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah disebut, Pengadaan Langsung sebagaimana dimaksud dilaksanakan untuk barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya yang bernilai paling banyak Rp200 juta.

Tak hanya itu, kualitas pekerjaan pengaspalan halaman kantor pusat PDAM Tirtanadi tersebut juga dipertanyakan. Baru beberapa hari selesai dikerjakan, di sejumlah titik terlihat aspal sudah rusak. Namun, ketika proyek tersebut diangkat oleh Dewas, langsung dilakukan perbaikan di bagian yang rusak dengan cara tambal sulam.

Penulis: tim. Editor: anto.