Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menyadari untuk mewujudkan Sumut Bermartabat, perlu upaya luar biasa. Salah satunya memboyong sejumlah ahli asal Sumut dan perombakan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

"Ada 14 juta jiwa yang saat ini menjadi tanggungjawab saya sebagai Imam dan nahkoda. Saat ini tidak waktunya lagi kita bersantai-santai untuk mengembalikan kewibawan Sumut. Untuk itu saya butuh bantuan dari para ahli. Ke depan akan kita siapkan staff khusus, para ahli-ahli kita di bidangnya untuk membantu mewujudkan Sumut Bermartabat. Para Profesor kita akan bawa kembali ke Sumut dengan konsep Marsipature Hutanabe (Martabe). Saya akan siapkan dulu dananya," ujar Edy pada silaturahmi dengan insan pers di Gedung Binagraha, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (25/09/2018).
 
Keinginan mendatangkan para ahli tersebut seakan memberi sinyal bila sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemprovsu dianggap tidak mampu bekerja. Pada kesempatan itu, Edy bahkan mengaku baru menegur Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga karena infrastruktur di wilayahnya masih buruk. 

"Bagaimana mengurusi jalan provinsi ini. Memang dia (Kadis PU Binamarga, red) itu Mora saya. Ya takutnya kalau dirunut-runut famili istri pula. Tapi saya tegaskan, tidak ada istilah agama, suku atau alasan apapun itu dalam menempatkan Kepala OPD. Harus kita buktikan Sumut ini bermartabat," pungkasnya.

Baca juga: Sebut Ada Operasi Intelijen di Sumut, Edi Rahmayadi Akan Bentuk Media Centre