Siantar, hetanews.com- Anggota DPRD Siantar, Komisi II, Heri Agus Siahaan, mengakui, bahwa pihaknya sudah berkali - kali menerima keluhan dari masyarakat atas pedagang daging babi mentah dan pengusaha daging panggang yang berjualan, di tempat-tempat umum.

Hal itu disampaikan Heri saat ditemui usai rapat paripurna, penyampaian nota jawaban Wali Kota dalam pembahasan P-APBD Tahun Anggaran 2018, di ruang Harungguon Bolon, Selasa (25/9/2018).

"Kan gak bisa berjualan disembarang tempat, khususnya di tempat-tempat umum, ketika mereka berjualan bebas, itu kan melanggar toleransi," kata Anggota Dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Saat disinggung mengenai nilai toleransi yang dilukai, Heri berpendapat, itu terasa dan dikeluhkan sebagian masyarakat karena lokasi pedagang dan pengusaha yang sembarang. Oleh sebab itu, pihaknya menyuarakan aspirasi dari sebagian masyarakat yang mengeluh.

Pedagang daging babi mentah yang membuka lapak di atas trotoar yang sering ditemui, di Jalan DI Panjaitan Siantar, kata Heri, telah melanggar aturan. Pun demikian, ia tidak menyebut secara rinci Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur itu.

Secara estetika, jelasnya, tentu pedagang maupun pengusaha rumah makan daging panggang  yang bertempat di jalan - jalan utama itu terkesan semrawut. 

Meski sejumlah warganet menilai, pedagang daging mentah dan pengusaha rumah makan daging panggang sudah menjadi hal yang umum di kota Siantar, Heri berpendapat berbeda. 

"Sudah berkali kali kita menyuarakan ini, bukan dalam kesempatan ini saja. Makanya kita meminta kebijakan Pemko Siantar untuk menyikapinya," jelasnya.

Solusi yang ditawarkan Sekretaris Fraksi PAN Pembangunan Sejahtera ini adalah merelokasi para pedagang daging babi mentah dan pengusaha rumah makan  daging panggang ke tempat yang disediakan. 

"Kita berharap kepada Pemko untuk melakukan relokasi, membangun tempat yang layak khusus pedagang daging," katanya.

Untuk pengusaha rumah makan daging panggang, jelas Heri Agus, perlu juga direlokasi.

"Karena asapnya kan menggangu, jadi dapurnyalah agak direlokasi, kan bisa dipindahkan," ungkapnya, saat disinggung tiga Rumah Makan yang berada di Jalan DI Panjaitan, Jalan Vihara dan Jalan Sisingamangaraja, Parluasan.

Pandangan fraksi yang disampaikan oleh Heri Agus yang dibacakan, kemarin, dijawab dalam nota jawaban Wali Kota saat rapat paripurna. Hefriansyah yang berhalangan hadir digantikan oleh wakilnya, Togar Sitorus. 

Mengenai pembinaan dan penataan pedagang daging menntah dan pengusaha rumah makan daging panggang disembarang tempat akan menjadi komitmen bersama untuk menciptakan kualitas fungsi dari ruang publik.

"Untuk itu, mari kita bersama sama melaksanakan pembinaan terhadap pedagang yang dimaksud, sehingga tidak menimbulkan distorsi," kata Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, saat membacakan nota jawaban Wali Kota Siantar atas pandangan umum fraksi DPRD Siantar.