HETANEWS

Pembentukan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Kota Medan

Wakil Walikota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si memimpin rapat pembentukan TRC-PB Kota Medan, Selasa (25/9/2018). (foto/rico)

Medan, hetanews.com - Pemerintah Kota Medan membentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB). Kehadiran Tim ini nantinya dapat melaksanakan kaji cepat penanggulangan bencana dan dampak bencana pada saat tanggap darurat bencana yang meliputi kebutuhan, kerusakan dan kerugian.

Demikian disampaikan Walikota Medan, Drs. H.T. Dzulmi Eldin S, M.Si saat memimpin Rapat Pembentukan TRC-PB di Ruang Rapat II, Kantor Walikota Medan, Selasa (25/9/2018). Turut hadir Wakil Walikota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si, Komandan Batalyon Pangkalan I Belawan, Letkol. Marinir, James Munthe, M.Tr.Hanla, Kepala BPBD Kota Medan, Arjuna Sembiring, Perwakilan Kodim 0201/BS, Perwakilan Kapolrestabes Medan, Perwakilan Basarnas Sumut dan sejumlah Pimpinan OPD lingkungan kota Medan.

Wakil walikota mengatakan selama ini penanganan Bencana di Kota Medan dilakukan secara sporadis. Untuk itu selain melaksanakan tugas dan fungsinya, TRC-PB Kota Medan ini nantinya agar dapat melakukan evaluasi dan peninjauan ulang terhadap lokasi yang rawan terjadi bencana.

"Ada beberapa hal yang harus ditinjau ulang sebelum dibentuk TRC-PB Kota Medan, salah satunya kawasan yang sering dilanda bencana banjir di sepanjang Sungai Deli dan Sungai Babura. Banyak warga yang bermukim di bantaran sungai sehingga jika terjadi hujan deras di kota Medan maupun di gunung, sungai tersebut akan meluap dan warga yang bermukim di bantaran sungai akan menganggap hal tersebut bencana. Tentunya permasalahan ini harus diperhatikan terlebih dahulu," sebut Akhyar.

Arjuna Sembiring menjelaskan bahwa TRC-PB ini diperlukan Kota Medan untuk penanganan bencana yang lebih cepat dan terpadu. Selain itu keberadaan tim ini juga akan semakin mempermudah jika ada bantuan dari BNPB untuk penanggulangan bencana di Kota Medan.

"TRC-PB ini memiliki tugas pokok dan fungsi dalam pengkajian secara cepat dan tepat dilokalisir bencana dalam waktu tertentu dengan mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah bencana, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum," pungkas Arjuna.

Penulis: rico. Editor: anto.