HETANEWS

Pungli Diduga Merajalela di Samsat Siantar, Ini Pengakuan Warga

Kantor Samsat Siantar, Senin (24/9/2018). (Net)

Siantar,hetanews.com - Praktik pungutan liar masih saja terjadi di kantor pelayanan Satuan Manunggal Administrasi Satu Atap (Samsat) Siantar, Jalan Sangnawaluh, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Senin (24/8/2018).

Praktik pungli, bahkan nyaris terjadi di setiap proses yang harus dilalui masyarakat untuk mengurus ataupun memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Hal ini diutarakan oleh Fernando (28), warga Siantar dan mengaku proses yang harus ditempuhnya memperpanjang STNK kendaraan Yamaha Mio BK 3429 WAG,  berbelit-belit. Bahkan, ia diharuskan membayar uang sejumlah Rp 735 ribu.

"Saya heran di petugas, biaya perpanjang STNK Rp 735 ribu. Tapi, kalau ngurusnya sama calo Rp 675 ribu,"kata Fernando.

Tidak hanya heran, Fernando juga  menunjukkan STNK-nya dan mengatakan ada perbedaan yang tertera diaplikasi Samsat Sumut Online. Dalam aplikasi itu, Fernando semestinya membayar pajak Rp 388.500 dan SWDKLLJ Rp 70 ribu.

"Tadi dibilang pegawai namanya Ratna kasih aja Rp 735 ribu, nanti semua selesai. Satu jam sudah siap. Dikasih juga nomor handphonenya," ujar Fernando lagi.

Hal serupa juga dialami seorang pria yang datang ke kantor Samsat Siantar untuk mengurus kehilangan STNK Rp 400 dan ditambah Rp 50 ribu untuk cek fisik.

Padahal, dalan PP Nomor 60 Tahun 2016 Tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak tidak dibebankan biaya cek fisik kendaraan.

"STNK saya hilang, jadi angkat plat. Cek fisik kendaraan diminta Rp 50 ribu. Jadi saya untuk mengurus STNK hilang ditambah cek fisik membayar Rp 450 ribu," ucapnya.

Diketahui, para calo yang berada di Samsat, jumlahnya cukup banyak, mulai dari tukang parkir nyambi jadi calo dan lainnya. Amatan di kantor Samsat, para calo turun langsung melakukan pemeriksaan nomor rangka mesin. Setelah memeriksa rangka mesin, wajib pajak, yang mereka caloi, memberikan uang kepada calo tersebut.

Menanggapi hal ini, Kasatlantas Polres Siantar, AKP Hendro Wibowo  tidak dapat memberikan jawaban pasti tentang keluhan masyarakat terhadap biaya perpanjang STNK yang tak sesuai aturan.

Saat disinggung banyak calo di Samsat, AKP Hendro Wibowo, menampik hal tersebut. Katanya, itu bukan calo tetapi petugas biro jasa.

"Itu bukan calo, tetapi biro jasa. Nanti ya, saya lagi di Medan,"katanya.

Sementara itu, KTU Samsat Siantar, Abdul Shomad saat dikonfirmasi mengenai biaya pengurusan perpanjangan STNK yang besar, belum mau memberikan komentar dan meminta untuk bertemu esok.

"Besok ya kita ketemu, soalnya lagi hujan deras ini,"pungkasnya dari seberang telepon.

Penulis: hza. Editor: gun.