Wed 17 Oct 2018

Anggota TNI AU Disekap dan Babak Belur Dianiaya Pengusaha PS

Pelda Muhamad Chalik memperlihatkan luka yang dialaminya akibat dianiaya pelaku. (foto/jat)

Medan,hetanews.com-  Pelda Muhamad Chalik (45), anggota TNI AU, babak belur, dianiaya Jhony (34), warga Desa Rengas, Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (23/9/2018), lalu.

Penganiayaan yang dialami personel TNI AU Lanud Soewondo ini, bermula ketika anaknya datang ke tempat usaha pelaku untuk memperbaiki playstationnya (PS) yang rusak. Dikarenakan biaya perbaikan terlalu mahal, playstation milik anak korban tak jadi diservis. 

Setelah itu, pelaku meminta uang sebagai check in trouble dan kwitansi sebesar Rp100 ribu. Dikarenakan anak korban tak membawa uang, lantas ia memberitahukan kepada korban.

Korban memperlihatkan luka akibat dianiaya pelaku. (foto/jat)

Mendengar itu, korban mendatangi usaha pelaku, di jalan Brigjen Hamid. Tak terima atas biaya yang diminta, korban sempat kesal dan akhirnya pelaku menyekap korban bersama rekannya, Indra dan menganiaya korban dengan menggunakan stik basebaal. Akibatnya, korban babak belur bersimbah darah, mengalami luka di bagian pinggang dan kepala.

"Masalahnya playstation anakku itu tidak jadi diservis. Masak gitu aja minta uang Rp100 ribu," ujar Chalik kepada wartawan.

Chalik menambahkan, bahwa dirinya dijemput oleh rekan-rekannya sesama anggota TNI AU.

Barang bukti yang dipakai pelaku. (foto/jat)

"Ada beberapa jam juga saya disekap dan dianiaya, di toko itu. Terakhir saya kontak teman-teman saya, diangkat lah dia,"terangnya.

Dansatpom AU Lanud Soewondo, Mayor Pom I gede Eka Santika, ketika dikonfirmasi, membenarkan kejadian penganiayaan yang menimpa seorang anggota TNI AU  yang bertugas di Dinas Logistik Lanud Soewondo Medan itu.

"Benar ada kita amankan dua orang pelaku penyekapan dan penganiayaan seorang anggota TNI AU yang bernama  Pelda Muhamaad Chalik yang berdinas di Dinas Logistik. Saat ini masih dalam pemeriksaan,"katanya.

Penulis: jat. Editor: gun.