HETANEWS.COM

Ini Kronologi Lengkap Pengungkapan 12 Pelaku Sindikat Narkoba oleh Polres Simalungun

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan saat memaparkan sindikat peredaran narkoba, Minggu (23/9/2018). foto: Jonli Simarmata

Simalungun Hetanews.com- Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberti Panjaitan SIK MH bersama jajarannya patut untuk diapresiasi. Pasalnya, putra kelahiran kota Siantar ini kembali menunjukkan kebolehannya dalam mengungkap sindikat peredaran narkoba.

Terakhir, Kapolres berhasil menangkap 12 orang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Mayoritas, para pelaku diringkus di wilayah Kota Siantar. Sesuai informasi yang dirilis Polres Simalungun, berikut kami sajikan kronologi lengkap pengungkapan sindikat narkoba tersebut.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penangkapan Abdul Rifai (16) pada hari Sabtu 14 Juli 2018 lalu, sekira pukul 20.00 WIB. Rifai diamankan sejumlah personel Satres Narkoba Polres Simalungun dengan barang bukti sebanyak 2 plastik klip narkotika jenis sabu, pada saat berada di Jalan Kertas, Kelurahan Siantar State, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun. Sesuai pengakuan Rifai, sabu tersebut diperoleh dari Doni Kusuma.

Pada hari dan tanggal yang sama, sekira pukul 21.00 WIB, Satres Narkoba berhasil menangkap Doni Kusuma di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Pasca tertangkap, Doni pun mengakui bahwa sebelumnya dia membeli 2 bungkus plastik klip sabu seharga Rp 200 Ribu dari Okto Pirngadi Simarmata, dan selanjutnya menjual kepada Rifai.

Baca juga: Ini Nama - nama, Peran dan Alamat Lengkap, 12 Pelaku Sindikat Narkoba yang ‘Digulung’ Polres Simalungun

Mendapat informasi itu, anak buah Kapolres melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Okto Pirngadi Simarmata di Jalan Rakutta Sembiring. Dari Okto, polisi menyita barang bukti 1 unit handphone dan uang tunai Rp 170 Ribu yang diketahui adalah sisa hasil penjualan sabu. Selain itu, Okto juga mengaku memperoleh barang haram itu dari Sarel alias Brekele dengan kesepakatan transaksi laku bayar.

Masih dalam hari dan tanggal yang sama, sekira pukul 22.30 WIB, Brekele langsung diamankan dan ditemukan barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip berisi 12 bungkus plastik klip berisi sabu-sabu. Kemudian 1 plastik klip berisi 10 plastik klip kecil kosong dan 1 buah sendok sabu terbuat dari pipet. Sesuai pengakuan Brekele, saat itu, barang bukti miliknya diperoleh dari Khamaluddin Munthe.

Setelah berhari-hari melakukan penelusuran terkait keberadaan Khamaluddin, akhirnya pada hari Sabtu 15 September 2018 pukul 17.30 WIB, Satres Narkoba Polres Simalungun mendapat informasi bahwa Khamal berada di areal pemakaman di Jalan Parsoburan Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat, kota Siantar. Mendapat informasi, Satres Narkoba seketika bergerak cepat dan akhirnya Khamaluddin berhasil  diamankan. Saat diinterogasi, dia mengaku bahwa benar sebelumnya memberikan sabu kepada Brekele sebanyak 5 gram. Dan, barang tersebut diperolehnya dari Boidora Samosir.

           Sejumlah barang bukti yang diamankan Polres Simalungun dari sindikat narkoba. (foto: Jonli Simarmata)

Selanjutnya, pada hari Minggu 16 September 2018, sekira pukul 22.00 WIB, Polres Simalungun bergerak melakukan penangkapan terhadap Boidora Samosir. Penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolres Simalungun bergerak ke rumah Boidora Samosir di Jalan Silimakuta, Kelurahan Timbang Galung, kota Siantar.

Pada saat  dilakukan penggrebekan, semua pintu rumah dalam keadaan terkunci dan selanjutnya dilakukan upaya persuasif dengan cara mengetuk pintu Bandar Narkoba tersebut. Meski demikian, Boidora tetap memilih bungkam dan bertahan didalam rumahnya. Alhasil, Kapolres meminta anggotanya untuk memanggil Kepling dan tokoh masyarakat sekitar untuk membujuk dan meminta Boidora Samosir membuka pintu dan menyerahkan diri.

Namun upaya itu tetap tidak dihiraukan, sehingga memaksa Kapolres untuk melakukan upaya paksa. Personel polisi akhirnya mendobrak dan masuk melalui pintu samping. Boidora Samosir pun berhasil diringkus. Dari dalam rumahnya, polisi menemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu di dalam kamar mandi tepatnya dibawah tempat sampah.

Hanya saja, Boidora tidak mengakui bahwa sabu yg ditemukan adalah miliknya. Setelah diinterogasi terkait penangkapan Khamaluddin, dia mengaku bahwa sebelumnya dia memberikan sabu kepada Khamal sebanyak 1 Ons (100 gram). Selain itu, dia juga mengaku dan Boy juga mengaku menjual narkotika jenis sabu kepada salah seorang pria bernama Tajas, sebanyak 5 gram.

Baca juga: Omset Penjualan Bandar Sabu, per Minggu Ratusan Juta Rupiah

Atas informasi tersebut, Polres Simalungun langsung menuju tempat tinggal Tajas di Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, kota Siantar. Disana, polisi mengamankan Syafrizal Sinaga di gerbang rumah, Muhammad Fauzi dan Suarno alias Arnol di teras rumah Tajas. Selanjutnya polisi menangkap Tajas yang bersembunyi di kamar mandi. Saat diinterogasi, Tajas mengaku mendapat narkotika jenis sabu dari Boidora Samosir.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Boidora Samosir memperoleh sabu dari warga Tebing Tinggi. Selanjutnya dilakukan undercoverboy dengan menyamar sebagai pembeli dan akhirnya pada hari Rabu 19 September 2018 sekira pukul 23.30 WIB, di Jalan Medan Simpang Dolok Merangir Kecamatan Tapian Dolok, polisi kembali berhasil menangkap kurir sabu bernama Ermansyah Lubis dan Abdul Khoir Nasution.

Baca juga: 8 Kali Keluar Masuk Penjara, Khamaluddin: Saya Sudah Tobat

Dari kedua pelaku, polisi menemukan barang bukti 1 bungkus besar berisi sabu. Dan saat dilakukan introgasi, mereka mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh dari seorang pria bernama Budi. Namun mereka tidak mengetahui keberadaan Budi karena selama ini mereka hanya mengikuti petunjuk melalui handphone. Meski demikian, Kapolres Simalungun mengatakan akan tetap melakukan pengembangan terhadap jaringan narkotika tersebut.

Saat ini, para pelaku (tersangka) sindikat narkoba tersebut sedang menjalani pemeriksaan dan ditahan di Satres Narkoba Polres Simalungun.

Penulis: tim. Editor: edo.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!