Karawang, hetanews.com - Polisi telah menangkap Antoni (34), pelaku pembunuhan RA (11), bocah yang ditemukan tewas di kontrakan tetangganya.

Pelaku ditangkap di rumah istri sirinya di Kabupaten Binjai, Sumatera Utara, Rabu (18/9/2018), setelah kabur dari Karawang lima hari sebelumnya.

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya menuturkan kronologi lengkap kejadian dugaan pembunuhan terhadap RA.

Pada Kamis (13/9/2018) sore, RA dikabarkan hilang. Informasi hilangnya siswi kelas 6 sekolah dasar (SD) itu lalu disebar melalui media sosial.

"Karena tak kunjung ketemu, keluarga kemudian melapor ke Polsek Kotabaru," ujar Slamet.

Kemudian, lanjut dia, jenazah Ririn ditemukan di sebuah kontrakan persis di depan rumah orangtuanya di Kampung Rawasari, RT 001 RW 003, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu (15/9/2018).

Saat ditemukan, jenazah Ririn dalam keadaan terlentang dan tertutup kasur lantai dengan bau menyengat.

Baca juga: Gadis Cilik Karawang Tewas Membusuk Sempat Diumumkan Hilang

Sementara itu, Kamis malam, Antoni sudah melarikan diri dari Karawang. Antoni diantar ke pool bus oleh temannya, DI. DI juga membantu menjualkan barang-barang Antoni.

Dari DI, diperoleh informasi Antoni menuju ke rumah saudaranya di Jakarta. Dia sempat menginap di rumah saudaranya itu. Dari Jakarta, pelaku baru berangkat ke Binjai.

"Tim kami melakukan pengejaran hingga ke Binjai, Sumatera Utara. Kami bekerja sama dengan Polres setempat. Pelaku ditangkap di rumah istri sirinya, S. Antoni merupakan warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Selatan, Sumatera Selatan," katanya.

Petugas lalu membawa pelaku ke Karawang dengan menggunakan KA Singosari Jurusan Pasar Senen-Blitar. Mereka tiba di Stasiun Karawang pada pukul 13.30 WIB.

Baca juga: Gadis Korban Pembunuhan di Karawang Dikenal Santun dan Pendiam

Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan Antoni terhadap Ririn Agustin, termasuk dugaan pencabulan.

"Kami masih melakukan melakukan pendalaman. Kami masih mencocokan keterangan tersangka, keterangan saksi-saksi, dan hasil visum. Hasil autopsi sendiri saat ini belum keluar," tambahnya.

sumber: kompas.com