Medan,hetanews.com- Tidak cukup bukti, namun kasus laporan penipuan dan penggelapan dilaporkan oleh Dharwan Widjaja dan Kwik Sam Ho telah diproses penyidik Polrestabes Medan. Karena itu, Karya Elly, selaku terlapor bakalan mempropamkam penyidik Polrestabes Medan.

"Kasus itu harus dituntaskan oleh penyidik Polrestabes dan bisa menangkap aktor intelektualnya yang telah menggiring pemberitaan di beberap media cetak cenderung sangat tendesius dan kurang berimbang karena tidak diperoleh dari sumber lainnya, termasuk klien kami. Pemberitaan harus berimbang dan tidak mencampurkan fakta dan opini menghakimi serta menerapkan azaz praduga tidak bersalah sebagai mana diatur dalam kode etik jurnalistik dan Pasal 5 Ayat (1) Undang-undang No 40 tahun 1999, " ucap Suhardi Matondang, didampingi Zainuddin Herman, selaku Kuasa Hukum Karya Elly kepada wartawan di Medan, Jumat (21/9/2018).

Matondang meminta kepada penyidik harus menuntaskan kasus itu dan digelar perkara. 

"Saya yakin kalau profesional kasus itu tidak berlarut-larut yang merusak citra baik Karya Elly di masyarakat,"tambah Mantondang.

Dijelaskan Matondang, awal terjadinya permasalahan itu pada tahun 2010, yaitu jual beli sebuah ruko yang terletak di Kelurahan Titi Kuning Medan, antara Elly dan penjual ruko tersebut.

"Kami sampaikan, bahwa klien kami membeli ruko pada tanggal 22 September 2010, bukan pada bulan Agustus 2011, seperti yang diberitakan dan tidak pernah menggunakan uang milik dari Dharwan dan Kwik Sam Ho. Pembelian ruko dimaksud adalah menggunakan uang milik klien kami. Bahwa atas masalah ini masih dan sedang berlangsung pemeriksaan dipenyidikan Polrestabes Medan.

Klien kami juga meminta dan keberatan atas dicantumkannya kata-kata bahwa klien kami adalah pelaku dan burunon dari kasus dimaksud karena saat ini klien bukanlah belum terbukti secara hukum melakukan tindak pidana dan tidak masuk dalam daftar DPO, "terangnya.

Dia menambahkan, Elly juga tidak benar melarikan diri, bersembunyi disuatu tempat dan mengenai jual beli gudang, renovasi gudang tidak ada kaitanya dengan kasus yang dilaporkan. Karena jual beli adalah terjadi pada tahun 2011 dan jual beli ruko pada tanggal 22 September 2010.

"Klien kami tidak pernah hubungan kerjasama usaha dalam bentuk apapun dengan Dharwan Widjaja dan Kwik Sam Ho,"tuturnya.

Dia menegaskan, bahwa saat Elly bermaksud ingin menjual gudang miliknya yang dibeli dari Dharwan dan Kwik Sam Ho, kemudian yang terjadi adalah Dharwan dan Kwik Sam Ho meminta uang sebanyak Rp 1. 153. 609.000. Yang mana telah dibayar lunas seluruhnya oleh Elly kepada Dharwan dam Kwik Sam Ho, sehingga kedua orang itu tidak ada mengalami kerugian dan bahkan mendapatkan keuntungan,"tandasnya.