HETANEWS

Pemprovsu Ingin Perlindungan terhadap Harga Diri, Martabat serta Hak Hidup Perempuan dan Anak

Wakil Gubernur Sumut, H. Musa Rajekshah, M.Hum foto bersama Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman, S.Sos usai Rapat Paripurna tetang penjelasan Gubsu terhadap perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan, Senin (17/9/2018). (foto/dores)

Medan, hetanews.com - Tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran hak azasi manusia (HAM). Karena itu, harga diri, martabat dan hak hidup perempuan dan anak harus dijamin sesuai dnegan fitrah dan kodratnya tanpa diskriminasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Musa Rajekshah, M.Hum pada Rapat Paripurna DPRD Sumut tentang pejelasan Gubernur Sumatera Utara terhadap perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan yang berdasarkan Undang Undang No. 23 Tahun 2002, Senin (17/9). Rapat Paripurna sendiri dibuka langsung oleh Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman, S.Sos.

"Perempuan dan anak adalah kelompok masyarakat rentan sekaligus korban terbesar dari berbagai kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminasi," ucap Musa Rajekshah.

Dari data sensus penduduk, lanjutnya, dari jumlah penduduk Sumut 14.102.911 jiwa (BPS 2016), setengahnya merupakan perempuan yaitu 7.065.585. Sedangkan jumlah anak sebesar 30 persen. Dengan demikian 80 persen dari jumlah penduduk di Sumut adalah perempuan dan anak.

Dan hasil survei pengalaman hidup perempuan nasional (BPS 2016 ) mengatakan, dari 10 rumah tangga, enam diantaranya mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan 1 dari 3 permpuan mengalami kekerasan oleh pasangannya. Kerasan terhadap perempuan dan anak ini akan berpengaruh terhadap derajat kesehatan fisik maupun mental dan rasa percaya diri.

Karena itu, peraturan daerah (Perda) ini sangat diperlukan untuk mengatur upaya perlindungan bagi korban. Khususnya dalam pencegahan, pelayanan dan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan di Provinsi Sumatera Utara," tegas Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Penulis: dores. Editor: anto.