HETANEWS

Warung Remang di Desa Sei Tampang Marak Prostitusi & Narkoba?

Labuhanbatu, hetanews.com - Bukan rahasia umum lagi, bahwa di sepanjang jalan simpang PT. Hari Sawit Jaya (HSJ) tepatnya di Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara diduga merupakan pusat pergumulan penyakit masyarakat (pekat) yakni narkoba dan prostitusi.

Hal itu diamini Sianturi, warga Desa Sei Tampang yang ditemui hetanews.com, Senin (17/9/2018). Dirinya menyebut jika warung remang di sekitar simpang PT. HSJ masih aktif beroperasi. 
"Masih, warung remang-remang masih beraktifitas," terang Sianturi.

Sekjen Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kecamatan Bilah Hilir, Rahmat Sukri pun meminta pemerintah daerah harus segera melakukan penertiban lokalisasi tersebut. Menurutnya, masyarakat Labuhanbatu khususnya Bilah Hilir sekitarnya prihatin karena razia dan penertiban pekerja seks komersial (PSK) jarang dilakukan oleh pihak berwenang.

Adapun razia yang pernah dilakukan tidak memberikan hasil yang memuaskan karena kerap bocor.

"Perlu ditindaklanjuti kepada lembaga penegak hukum sebab ini adalah keluhan masyarakat terhadap maraknya narkoba dan warung remang-remang yang ada di Kecamatan Bilah Hilir," ucap Rahmat. 

Ia meyakini jika pemerintah serius melakukan penertiban kehidupan malam di simpang PT. HSJ itu bakal mengurangi peredaran narkoba di Bilah Hilir. "Dan harus dilakukan secara rutin," tegasnya.

Namun keberadaan narkoba di warung remang-remang ini dibantah Kapolsek Bilah Hilir, AKP Eri Prasetyo. Ia mengaku bila kawasan simpang PT. HSJ telah bersih dari narkoba karena sudah pernah dirazia. 

Eri malah meminta awak media menyebut pemilik warung remang-remang yang menjadi lokasi peredaran narkoba di Desa Sei Tampang. 

"Di warung siapa yang ada esek-eseknya biar dirazia. Saya sudah berapa kali razia, reskrim, intel dan camat. Kalau benar ada, infokan ke saya. Kalau saya tidak berbuat silahkan salahkan saya," tulis Eri melalui WhatsApp (WA).

Penulis: bs. Editor: anto.